PENERAPAN MANAJEMEN HALUSINASI PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI DI RSJ PROVINSI JAWA BARAT

Penulis

  • Khayatus Shokhabah Politeknik Negeri Indramayu
  • Ike Puspitaningrum Politeknik Negeri Indramayu

Kata Kunci:

Halusinasi Pendengaran, Gangguan Persepsi Sensori, Manajemen Halusinasi, Asuhan Keperawatan

Abstrak

Latar Belakang: Gangguan persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada pasien gangguan jiwa dan ditandai dengan ketidakmampuan individu membedakan stimulus internal dan eksternal sehingga memunculkan respon perilaku yang tidak sesuai. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan manajemen halusinasi pada pasien dengan gangguan persepsi sensori di RSJ Provinsi Jawa Barat. Metode: Menggunakan studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada satu pasien yaitu Ny. A, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan status mental. Hasil: Pengkajian menunjukkan pasien mengalami halusinasi pendengaran dengan frekuensi 3 kali sehari, disertai perilaku melamun, menarik diri, dan respon terhadap stimulus yang tidak nyata. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah gangguan persepsi sensori berhubungan dengan gangguan pendengaran. Implementasi dilakukan melalui manajemen halusinasi selama 4 hari dengan durasi 20 menit setiap sesi yang meliputi pemantauan halusinasi, teknik distraksi, teknik menghardik, interaksi sosial, dan terapi farmakologis. Evaluasi pada hari keempat masalah teratasi, ditandai dengan penurunan frekuensi halusinasi serta peningkatan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi secara mandiri. Kesimpulan: Penerapan manajemen halusinasi dapat memberikan perubahan secara bertahap dalam menurunkan gejala halusinasi pendengaran dan meningkatkan kemampuan kontrol pasien terhadap stimulus internal. 

Background: Sensory perception disorders in the form of auditory hallucinations are common nursing problems in patients with mental disorders, characterized by the inability to distinguish between internal and external stimuli, leading to inappropriate behavioral responses. Objective: This case study aims to describe the implementation of hallucination management in a patient with a sensory perception disorder at the West Java Provincial Mental Hospital. Methods:This study used a descriptive case study design with a nursing care approach on a single patient (Mrs. A). Data were collected through interviews, observation, and mental status examination. Results: The assessment showed that the patient experienced auditory hallucinations with a frequency of three times per day, accompanied by daydreaming behavior, social withdrawal, and responses to unreal stimuli. The nursing diagnosis established was sensory perception disturbance related to auditory dysfunction. Interventions were carried out through hallucination management for 4 days, with a duration of 20 minutes per session, including hallucination monitoring, distraction techniques, commanding techniques, social interaction, and pharmacological therapy. Evaluation on the fourth day showed that the problem was resolved, indicated by a decrease in hallucination frequency and an improvement in the patient's ability to control hallucinations independently. Conclusion: The implementation of hallucination management can gradually reduce auditory hallucination symptoms and improve the patient's ability to control internal stimuli.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30