IMPLEMENTASI MANAJEMEN HALUSINASI PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI JAWA BARAT

Penulis

  • Lubis Agip Priyono Politeknik Negeri Indramayu
  • Ike Puspitaningrum Politeknik Negeri Indramayu

Kata Kunci:

Gangguan Persepsi Sensori, Halusinasi Pendengaran, Manajemen Halusinasi

Abstrak

Gangguan persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran merupakan masalah keperawatan yang sering terjadi pada pasien gangguan jiwa dan dapat mengganggu kemampuan pasien dalam berinteraksi serta menjalankan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi manajemen halusinasi pada pasien dengan gangguan persepsi sensori di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan studi kasus deskriptif pada satu pasien dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi selama 4×24 jam. Intervensi dilakukan melalui manajemen halusinasi berupa pemantauan isi halusinasi, teknik distraksi, edukasi interaksi sosial, dan kolaborasi terapi farmakologis. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan frekuensi halusinasi, berkurangnya perilaku melamun dan menarik diri, serta peningkatan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi. Penerapan manajemen halusinasi secara konsisten dapat membantu meningkatkan kemampuan pasien dalam mengendalikan halusinasi. 

Auditory hallucinations are common sensory perception disorders experienced by psychiatric patients and may interfere with social interaction and daily activities. This study aimed to describe the implementation of hallucination management in patients with sensory perception disorders at the West Java Provincial Mental Hospital. The method used was a descriptive case study involving one patient with data collected through interviews, observation, and documentation over 4×24 hours. Interventions included hallucination monitoring, distraction techniques, social interaction education, and collaboration with pharmacological therapy. The results showed a decrease in hallucination frequency, reduced withdrawal and daydreaming behavior, and improved patient ability to control hallucinations. Consistent implementation of hallucination management can improve patients’ ability to control hallucinations.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30