HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULU LOR KOTA SEMARANG

Penulis

  • Khabib Khirzin Universitas Widya Husada Semarang
  • Dwi Retnaningsih Universitas Widya Husada Semarang

Kata Kunci:

Dukungan Keluarga, Kecemasan, Tuberculosis

Abstrak

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular kronik yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Proses pengobatan yang utama dapat menimbulkan dampak psikologis berupa kecemasan pada pasien. Dukungan keluarga sebagai bentuk dukungan psikososial berperan penting dalam membantu pasien mengatasi kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Bulu Lor Kota Semarang.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik cross-sectional. Sampel berjumlah 75 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank.Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan (p < 0,001) dengan koefisien korelasi sebesar -0,880 yang menunjukkan hubungan negatif sangat kuat.Semakin baik dukungan keluarga, maka semakin rendah tingkat kecemasan pasien tuberkulosis. 

Tuberculosis (TB) is a chronic infectious disease that remains a major public health problem in Indonesia. The long duration of TB treatment may lead to psychological problems, including anxiety among patients. Family support, as a form of psychosocial support, plays an important role in helping patients cope with these conditions. This study aimed to determine the relationship between family support and anxiety levels among tuberculosis patients in the working area of Bulu Lor Primary Health Center, Semarang.This study used a quantitative design with a descriptive analytic crosssectional approach. A total of 75 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected using a family support questionnaire and the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data analysis was performed using the Spearman Rank test.Statistical analysis revealed a significant relationship between family support and anxiety levels (p < 0.001) with a correlation coefficient of 0.880, indicating a very strong negative correlation.Better family support is associated with lower anxiety levels among tuberculosis patients.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30