EFEKTIVITAS STORYTELLING TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH SEBELUM PEMASANGAN INFUS

Penulis

  • Gusti Sri Wahyuningsih Universitas Indonesia Maju
  • Aisyah Safitri Universitas Indonesia Maju

Kata Kunci:

Kecemasan, Anak Usia Prasekolah, Strorytelling

Abstrak

Kecemasan merupakan respon psikologis yang sering dialami oleh anak usia prasekolah saat menjalani prosedur medis, khususnya pemasangan infus di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Lingkungan rumah sakit, alat medis, serta pengalaman nyeri dapat meningkatkan kecemasan anak sehingga dapat menghambat pelaksanaan tindakan keperawatan. Storytelling merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan sebagai distraksi untuk mengalihkan perhatian anak dari prosedur medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas storytelling terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah sebelum pemasangan infus di IGD RS UMMI Kota Bogor tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen melalui pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 anak usia prasekolah yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan instrumen Spence Children’s Anxiety Scale (SCAS) sebelum dan sesudah pemberian intervensi storytelling menggunakan media hand puppet selama 3–5 menit. Hasil analisis menggunakan uji paired t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi storytelling (p<0,05). Dengan demikian, storytelling efektif dalam menurunkan kecemasan anak usia prasekolah sebelum pemasangan infus di IGD.

Anxiety is a psychological response commonly experienced by preschool-aged children when undergoing medical procedures, particularly intravenous insertion in the Emergency Department (ED). The hospital environment, medical equipment, and pain experiences can increase children’s anxiety, potentially hindering the implementation of nursing care. Storytelling is a non-pharmacological intervention that can be used as a distraction to divert children’s attention from medical procedures. This study aimed to determine the effectiveness of storytelling on anxiety levels in preschool-aged children before intravenous insertion in the Emergency Department of RS UMMI Bogor City in 2025. This research employed a quantitative method with a quasi-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 30 preschool-aged children selected using an accidental sampling technique. Anxiety levels were measured using the Spence Children’s Anxiety Scale (SCAS) before and after the storytelling intervention using hand puppet media for 3–5 minutes. The results of the paired t-test analysis showed a significant difference in anxiety levels before and after the storytelling intervention (p<0.05). Therefore, storytelling was proven to be effective in reducing anxiety levels in preschool-aged children prior to intravenous insertion in the Emergency Department.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29