PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN KARSINOMA HEPATOSELULER STADIUM LANJUT DENGAN GANGGUAN PERFUSI JARINGAN, POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF, DAN PENURUNAN KESADARAN DI IGD RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
Kata Kunci:
Karsinoma Hepatoseluler, Asuhan Keperawatan, SDKI, SIKIAbstrak
Karsinoma hepatoseluler merupakan kanker hati primer yang sering terdiagnosis pada stadium lanjut dan disertai berbagai komplikasi sistemik. Kondisi ini menyebabkan pasien berisiko tinggi mengalami gangguan perfusi jaringan, gangguan pernapasan, serta penurunan kesadaran, terutama bila disertai infeksi akut. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan komprehensif berbasis Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) pada pasien karsinoma hepatoseluler stadium lanjut. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada satu pasien perempuan berusia 66 tahun dengan diagnosis karsinoma hepatoseluler stadium lanjut yang disertai pneumonia komunitas, gangguan perfusi jaringan, dan penurunan kesadaran yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan keluarga, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah rekam medis. Hasil studi kasus menunjukkan tiga diagnosa keperawatan utama, yaitu perfusi jaringan tidak efektif, pola napas tidak efektif, dan gangguan kesadaran. Asuhan keperawatan difokuskan pada stabilisasi sirkulasi, pemeliharaan fungsi pernapasan, serta pemantauan status neurologis. Evaluasi menunjukkan kondisi pasien relatif stabil selama perawatan di IGD meskipun perbaikan belum optimal akibat penyakit dasar yang bersifat progresif. Studi kasus ini menunjukkan bahwa asuhan keperawatan berbasis SDKI–SLKI–SIKI dapat membantu memberikan perawatan yang terarah, aman, dan sesuai kebutuhan pasien paliatif.


