ANALISIS KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER URAP SAYUR SERTA RELEVANSINYA TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KESEHATAN
Kata Kunci:
Urap Sayur, Metabolit Sekunder, Antioksidan, Pangan Tradisional, KesehatanAbstrak
Urap sayur merupakan salah satu kuliner tradisional Indonesia yang tersusun dari berbagai jenis sayuran rebus yang dicampur dengan kelapa parut berbumbu. Selain dikenal sebagai makanan khas yang bernilai budaya tinggi, urap sayur juga berpotensi sebagai pangan fungsional karena kandungan metabolit sekundernya yang beragam. Metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, alkaloid, dan saponin banyak ditemukan pada bahan sayuran penyusun urap, antara lain bayam, kacang panjang, tauge, daun singkong, dan kelapa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kandungan metabolit sekunder dalam urap sayur serta relevansinya terhadap aktivitas antioksidan dan implikasinya bagi kesehatan. Kajian ini menunjukkan bahwa konsumsi urap sayur berpotensi memberikan manfaat antioksidan yang signifikan, berperan dalam pencegahan stres oksidatif, serta mendukung kesehatan metabolik dan sistem imun.


