EDUKASI MANAJEMEN RISIKO NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA PEMBUAT PETI BUAH DI BANYUWANGI

Penulis

  • Muhammad Ghufron Al Mufti Universitas Muhammadiyah Malang
  • Bayu Prastowo Universitas Muhammadiyah Malang

Kata Kunci:

Nyeri Punggung Bawah, Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi, Ergonomi, Pekerja

Abstrak

Pekerja peti buah di sektor pertanian berisiko tinggi mengalami gangguan muskuloskeletal, khususnya nyeri punggung bawah (low back pain). Hal ini terjadi akibat aktivitas fisik berulang seperti mengangkat beban berat dan posisi kerja yang tidak ergonomis. Pengetahuan yang terbatas mengenai pencegahan dan penanganan nyeri ini dapat memperburuk kondisi kesehatan para pekerja. Melalui pengabdian ini, diharapkan terjadi peningkatan pemahaman dan kesadaran di kalangan pekerja mengenai manajemen risiko nyeri punggung bawah melalui edukasi dengan pendekatan keilmuan fisioterapi. Metode yang digunakan meliputi pemberian edukasi menggunakan media leaflet serta pelaksanaan pre-test dan post-test kepada partisipan di Kabupaten Banyuwangi guna menilai efektivitas edukasi. Evaluasi memperlihatkan adanya perkembangan yang nyata dalama pengetahuan dan pemahaman pekerja terkait postur kerja yang ergonomis dan strategi penanganan nyeri. Edukasi kesehatan kerja terbukti mampu meningkatkan kesadaran pekerja terhadap risiko nyeri punggung bawah dan pentingnya pencegahan melalui praktik kerja yang aman dan ergonomis.

Fruit crate workers in the agricultural sector are at high risk of developing musculoskeletal disorders, particularly low back pain. This condition is primarily caused by repetitive physical activities such as lifting heavy loads and maintaining non-ergonomic working postures. Limited knowledge regarding the prevention and management of such pain can further deteriorate workers' health. This community engagement initiative aims to improve workers’ understanding and awareness of low back pain risk management through physiotherapy-based education. The method involved delivering educational content using leaflets and conducting pre-test and post-test assessments with participants in Banyuwangi Regency to evaluate the effectiveness of the intervention. The evaluation results indicated a significant increase in workers’ knowledge and comprehension related to ergonomic working postures and pain management strategies. Occupational health education has proven effective in enhancing workers' awareness of low back pain risks and the importance of prevention through safe and ergonomic work practices.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30