HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEMAMPUAN MELAKSANAKAN INJEKSI INSULIN SECARA MANDIRI PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT ISLAM NU DEMAK
Kata Kunci:
Diabetes Melitus, Pengetahuan, Kemampuan, Injeksi Insulin, Kemandirian PasienAbstrak
Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, baik di dunia maupun di Indonesia. Salah satu terapi utama bagi pasien DM tipe 2 adalah insulin, namun kepatuhan dan kemampuan pasien dalam melakukan injeksi insulin secara mandiri sering terkendala oleh kurangnya pengetahuan. Penolakan maupun ketidaktepatan dalam pemberian insulin dapat meningkatkan risiko komplikasi serius.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kemampuan melaksanakan injeksi insulin secara mandiri pada pasien DM di RSI NU Demak.Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 37 responden yang dipilih dari 61 populasi pasien DM tergantung insulin di RSI NU Demak pada triwulan I tahun 2025 dengan metode Slovin. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi kemampuan injeksi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (54,1%), cukup (32,4%), dan kurang (13,5%). Kemampuan injeksi insulin secara mandiri menunjukkan 59,5% mandiri, 27,0% perlu bantuan, dan 13,5% tidak mampu. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0,021 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kemampuan melaksanakan injeksi insulin secara mandiri.Pengetahuan pasien DM berhubungan secara signifikan dengan kemampuan melaksanakan injeksi insulin mandiri. Pasien dengan pengetahuan baik cenderung mampu melakukan injeksi secara mandiri, sementara pasien dengan pengetahuan rendah lebih banyak yang masih membutuhkan bantuan atau tidak mampu. Edukasi yang intensif mengenai teknik injeksi insulin sangat diperlukan untuk meningkatkan kemandirian pasien dalam manajemen penyakitnya.


