GAMBARAN POLA ASUH IBU DENGAN BALITA STUNTING DI DESA TENDAKINDE KECAMATAN WOLOWAE

Penulis

  • Johana Purwati Roja Aisyiyah Surakarta
  • Mulyaningsih Aisyiyah Surakarta

Kata Kunci:

Pola Asuh, Kejadian Stunting, Balita

Abstrak

Latar Belakang ; Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Faktor yang menyebabkan stunting yaitu faktor ibu dan pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktik pemberian makan kepada anaknya. Pola asuh sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, dimana anak sangat membutuhkan suplai makanan dan gizi dalam jumlah yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Singakerta Kecamatan Ubud Gianyar tahun 2019. Model penelitian yang digunakan adalah pendekatan cross sectional dengan jenis penelitian analitik korelasional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besar sampel 45 orang. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar ibu yang menggunakan pola asuh otoriter dengan tinggi badan pendek sebanyak 12 (26,7%) responden, sedangkan pola asuh demokratis dengan tinggi badan pendek sebanyak 11 (24,4%) responden, dan pola asuh permisif dengan tinggi badan sangat pendek sebanyak 10 (22,2%) responden. Uji hipotesis yang digunakan uji chi-square dengan p value 0,003 Sehingga ada hubungan signifikan antara hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Singakerta Kecamatan Ubud Gianyar tahun 2019. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan bagi orang tua anak khususnya ibu memahami pola asuh yang baik.

Background: Naioni public Health center is one of the public health center in Kupang City that has a stunting rate of 41.9% cases and in 2020 the number of cases became 16.3% cases, in August 2021 the Cases increased by 35.1%, and decreased in February 2022 by 30.1%. Although the number of cases at the Naioni Public Health Center decreased, it has not made to the target of the public health center which is 14% (Kupang City Health Office 2022). Parenting is one of the factors related to stunting (Sinambela & Putri D, 2019). According to the research (Picauly & Toy, 2013), states that parents with poor parenting patterns have a chance to have stunting children. Parenting play an important role with stunting in toddlers. The interaction between the child and the parent, during parenting, contributes greatly to the growth of the child development. The prototype of this study is to perceive and overview the practice of parenting for toddlers who have recovered from stunting at the Naioni public Health Center in Kupang City work area. Method: Qualitative research with case study approach through in-depth interviews. The sample was selected purposively sampling the inclusion and exclusion criteria with 3 main informants who had 24-month-old toddlers who have recovered from stunting, as well as key informants consisting of Nutrition Management and posyandu cadres. Result: The results of research on the main informants, indicate that most mothers implement exclusive breastfeeding practices to their children, feeding practices to children, hygiene practices, environmental sanitation, utilization of health care Conclusion: Parenting practices (exclusive breastfeeding, feeding practices, hygiene practices, environmental sanitation, utilization of health services) in children who are free from stunting are quite good.

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-30