PERSEPSI IBU HAMIL TENTANG TRADISI BUDAYA SAYUT DALAM PERAWATAN KEHAMILAN DI DESA NGADIREJO KABUPATEN PROBOLINGGO

Penulis

  • Rahmadia Sista Sivani Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
  • Ni Wayan Dwi Rosmalawati Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
  • Asworoningrum Yulindahwati Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
  • Gita Kostania Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Kata Kunci:

Persepsi, Perawatan Kehamilan, Tradisi Budaya Sayut

Abstrak

Kesehatan ibu adalah aspek penting dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, terutama untuk ibu hamil dan anak yang memerlukan prioritas. Di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, angka kematian ibu (AKI) meningkat dari 99,33 per 100.000 kelahiran hidup pada 2020 menjadi 201,7 pada 2021. Ini mencerminkan masalah kesehatan reproduksi yang dipengaruhi faktor sosial, budaya, dan lingkungan. Salah satu tradisi yang berkaitan dengan kesehatan ibu hamil di Suku Tengger adalah tradisi sayut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menjelaskan atau mengungkapkan makna konsep atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu. Informan dipilih melalui teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi sayut bukan hanya ritual, tetapi memiliki makna dalam perawatan kehamilan dan pelestarian budaya. Tradisi ini menggabungkan aspek spiritual dan fisik, seperti pemijatan dan ramuan herbal, serta penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi. Meski melibatkan dukun, ibu hamil di Suku Tengger juga mengunjungi posyandu dan bidan, menunjukkan integrasi nilai tradisional dengan praktik medis modern. Tradisi sayut memberikan dukungan budaya selama kehamilan dan mengurangi kecemasan. Pengintegrasian tradisi dengan praktik medis modern adalah kunci untuk mengoptimalkan kesehatan ibu hamil, memperkuat identitas budaya, dan menjaga kesehatan fisik ibu dan bayi.

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-30