HUBUNGAN KEPATUHAN DIET DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS DI WILAYAH PUSKESMAS PUCANG SAWIT KOTA SURAKARTA

Penulis

  • Hanifah Sekarwati Universitas 'Aisyiyah Surakarta
  • Zulfa Mahdiatur Rasyida Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Kata Kunci:

Diabetes Melitus, Kepatuhan Diet, Kualitas Hidup

Abstrak

Latar Belakang : Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh akibat resistensi insulin atau produksi insulin yang tidak adekuat. kepatuhan diet merupakan suatu perubahan perilaku yang positif dan diharapkan Penderita Diabetes Mellitus sangat dianjurkan untuk menjalankan diet sesuai yang dianjurkan. Kualitas hidup pada pasien diabetes melitus merupakan bentuk indikator untuk menetapkan kategori kepatuhan diet. Tujuan : Mengetahui Hubungan kepatuhan diet dengan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus di Wilayah Puskesmas Pucang Sawit Kota Surakarta Metode : Jenis penelitian Korelasi dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional, Cara Pengambilan Sampel Menggunakan purposive sampling. Hasil: Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa kepatuhan diet sebagian besar mayoritas patuh (53,1%) dan kualitas hidup sebagian besar baik (57,1%)Hasil analisis uji statistik dengan sperman rank didapatkan nilai p- value 0,493. Kesimpulan: Dari penelitian ini bahwa ada hubungan antara keptuhan diet dengan kualitas hidup.

Background: Diabetes Mellitus is a chronic disease characterized by elevated blood sugar levels due to insulin resistance or inadequate insulin production. Dietary compliance is a positive behavioral change, and it is highly recommended that patients with diabetes mellitus adhere to the recommended diet. Quality of life in patients with diabetes mellitus is an indicator for determining dietary compliance categories. Objective: To determine the relationship between dietary compliance and quality of life of patients with diabetes mellitus in the Pucang Sawit Community Health Center area in Surakarta City. Method: This study used a correlational approach using a cross-sectional approach. The sampling method used purposive sampling. Results: The results of this study indicate that the majority of patients were compliant with diet (53.1%) and that the quality of life was good (57.1%). The results of statistical analysis using rank summation obtained a p-value of 0.493. Conclusion: This study indicates a relationship between diet compliance and quality of life.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-30