HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN HIPERTENSI DENGAN PERILAKU CERDIK PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBAH SUBUR

Penulis

  • Catria Rahmawati Universitas 'Aisyiyah Surakarta
  • Zulfa Mahdiatur Rasyida Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Kata Kunci:

Hipertensi, Pengetahuan, Perilaku CERDIK

Abstrak

Latar Belakang: Hipertensi  atau  tekanan  darah  tinggi  sering  disebut sebagai  the silent  kiler, hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmhg atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmhg. Angka kejadian hipertensi di dunia mencapai 1,28 miliar, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 30,8% dan prelavensi hipertensi kabupaten Lampung Timur 33,1 %. Hipertensi menyebabkan komplikasi  seperti stroke, serangan jantung, dan lainnya. Untuk menghindari komplikasi diperlukan tingkat pengetahuan yang baik dan perilaku CERDIK .Tujuan: untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan hipertensi dengan perilaku CERDIK pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tambah Subur. Metode: metode penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional, teknik pengambilan sampel accidental sampling dengan jumlah sampel 96 responden dengan instumen penelitian kuesioner  tingkat pengetahuan hipertensi dan perilaku CERDIK dengan uji statistik Spearman Rank. Hasil: penelitian di dapatkan p value sebesar 0,000 atau p value <0,05 yang meunjukan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan: terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan hipertensi dengan perilaku CERDIK pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tambah Subur.

Background: Hypertension, or high blood pressure, is often referred to as the silent killer. Hypertension is an increase in systolic blood pressure ≥ 140 mmHg or diastolic blood pressure ≥ 90 mmHg. The global incidence of hypertension reaches 1.28 billion people, with a prevalence of 30.8% in Indonesia, and a prevalence of 33.1% in East Lampung Regency. Hypertension causes complications such as stroke, heart attack, and other conditions. To avoid these complications, a good level of knowledge and CERDIK behavior are required. Objective: To determine the relationship between hypertension knowledge levels and CERDIK behavior in hypertension patients in the Tambah Subur Community Health Center work area. Method: This quantitative research method used a cross-sectional approach, using an accidental sampling technique, with a sample size of 96 respondents. The research instrument was a questionnaire on hypertension knowledge levels and CERDIK behavior, using the Spearman Rank statistical test. Results: The study obtained a p-value of 0.000 or a p-value <0.05, indicating that Ha was accepted and H0 was rejected. Conclusion: There is a relationship between the level of knowledge of hypertension and CERDIK behavior in hypertension sufferers in the work area of Tambah Subur Health Center.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-30