PENGARUH PERCEIVED EASE OF USE, PERCEIVED USEFULNESS TERHADAP NIAT MEMBAYAR ONLINE CASH WAQF DENGAN KETELADANAN KEPEMIMPINAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI KASUS ASN KEMENAG KABUPATEN LIMA PULUH KOTA)
Kata Kunci:
Perceived Ease Of Use, Perceived Usefulness,, Niat Membayar,, Keteladanan Kepemimpinan.Abstrak
Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh perceived ease of use, perceived usefulness terhadap niat membayar online cash waqf dengan keteladanan kepemimpinan sebagai variabel moderasi (studi kasus ASN Kemenag Kabupaten Lima Puluh Kota). Metode Penelitian menggunakan metode kuantitatif, penelitian dilakukan di Kabupaten Lima Puluh Kota. Data penelitian yang digunakan adalah primer bersumber kepada pengumpulan dengan skala likert yang disebarkan dengan google form. Populasi sebesar dengan jumlah sampel sebesar 210 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah SMARTPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel perceived ease of use (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat membayar (Y) pada 5% (T hitung 2.079 > T tabel 1.96). hal ini terlihat dari nilai T statiskik hitung 2.079 yang berarti konstruk perceived ease of use (X1) berpengaruh signifikan terhadap niat membayar (Y). Variabel perceived usefulness (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat membayar (Y) pada 5% (T hitung 2.250 > T tabel 1.96). hal ini terlihat dari nilai T statiskik hitung 2.250 yang berarti konstruk perceived usefulness (X2) berpengaruh signifikan terhadap niat membayar (Y). Variabel keteladanan kepemimpinan (Z) berpengaruh positif dan signifikan terhadap hubungan perceived ease of use dengan niat membayar (Y) pada 5% (T hitung 2.300> 1.96). hal ini terlihat dari nilai T statiskik hitung 2.300 yang berarti konstruk keteladanan kepemimpinan memoderasi hubungan antara hubungan perceived ease of use dengan niat membayar (Y). variabel keteladanan kepemimpinan (Z) berpengaruh positif dan signifikan terhadap hubungan perceived usefulness dengan niat membayar (Y) pada 5% (T hitung 2.209 > 1.96). hal ini terlihat dari nilai T statiskik hitung 2.209 yang berarti konstruk keteladanan kepemimpinan memoderasi hubungan antara hubungan perceived usefulness dengan niat membayar (Y).



