PENGARUH PENGGANTIAN SILASE ISI RUMEN SAPI TERHADAP RUMPUT ODOT (PENNISETUM PURPUREUM CV. MOTT) DALAM RANSUM KOMPLIT TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN NDF, ADF PADA KAMBING JANTAN LOKAL
Kata Kunci:
Kambing Jantan Lokal, Silase Isi Rumen Sapi, Rumput Odot, Konsumsi Dan Kecernaan ND F, ADFAbstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penggunaan silase isi rumen sapi sebagai substitusi rumput odot dalam ransum komplit terhadap tingkat konsumsi serta kecernaan NDF dan ADF pada kambing jantan lokal. enelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL), yang melibatkan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Ternak yang digunakan adalah 4 ekor kambing jantan lokal berumur 1–1,5 tahun dengan rata-rata bobot badan sekitar 14 kg. Perlakuan yang diterapkan meliputi P0: rumput odot 70% + konsentrat 30% (tanpa silase isi rumen sapi), P1: rumput odot 65% + 5% silase isi rumen sapi + 30% konsentrat, P2: rumput odot 60% + 10% silase isi rumen sapi + 30% konsentrat, dan P3: rumput odot 55% + 15% silase isi rumen sapi + 30% konsentrat. Analisis data dilakukan melalui analisis varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT. Berdasarkan hasil pengujian, perlakuan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap tingkat konsumsi serta kecernaan NDF dan ADF pada kambing jantan lokal. Rata-rata konsumsi NDF berkisar antara 291,589–308,092 g/ekor/hari, konsumsi ADF 149,444–158,253 g/ekor/hari, sedangkan kecernaan NDF berada pada kisaran 67,017–69,962% dan kecernaan ADF 57,497–61,771%. Dari hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa substitusi rumput odot dengan silase isi rumen sapi hingga level 15% dalam ransum tidak menyebabkan perubahan yang nyata pada konsumsi maupun kecernaan NDF dan ADF kambing jantan lokal.
The present study was designed to investigate the impact of cattle rumen silage as a substitute for odot grass in complete rations on NDF and ADF intake and digestibility in local male goats. An experimental approach using a 4 × 4 Latin Square Design was applied, comprising four dietary treatments and four replications. The experiment involved four local male goats aged 1–1.5 years with an average body weight of about 14 kg. The treatments consisted of P0: 70% odot grass + 30% concentrate (without cattle rumen silage), P1: 65% odot grass + 5% cattle rumen silage + 30% concentrate, P2: 60% odot grass + 10% cattle rumen silage + 30% concentrate, and P3: 55% odot grass + 15% cattle rumen silage + 30% concentrateStatistical analysis was performed using ANOVA, followed by the LSD test. The findings demonstrated that the treatments had no significant influence (P>0.05) on either NDF and ADF consumption or their digestibility in local male goats. Average NDF intake ranged from 291.589 to 308.092 g/head/day, while ADF intake ranged from 149.444 to 158.253 g/head/day. NDF digestibility ranged from 67.017% to 69.962%, and ADF digestibility ranged from 57.497% to 61.771%. It can therefore be concluded that incorporating cattle rumen silage up to 15% in odot grass-based rations does not affect NDF and ADF intake or digestibility in local male goats.




