TUMBUH BERSAMA SENI: REFLEKSI PERKEMBANGAN PENGETAHUAN SISWA KELAS 12 TENTANG SENI PERTUNJUKAN

Penulis

  • Maria Marchindy Efliemsu Panir Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

Kata Kunci:

Seni Pertunjukan, Pengetahuan Siswa, Refleksi Pembelajaran, Antusiasme Belajar, Pendidikan Seni

Abstrak

Seni pertunjukan merupakan salah satu bidang seni yang menuntut pemahaman konseptual sekaligus pengalaman langsung dari peserta didik. Sebagai cabang seni yang bersifat multidimensional, seni pertunjukan menuntut peserta didik tidak hanya mengenal teori, tetapi juga merasakan proses kreatif yang melibatkan tubuh, emosi, dan interaksi sosial. Artikel ini merefleksikan perkembangan pengetahuan siswa Kelas XII B SMA Santo Arnoldus Jansen Kupang dalam mempelajari materi Seni Pertunjukan, mulai dari tahap belum memahami konsep dasar hingga mampu menjelaskan dan mengapresiasi unsur-unsur seni pertunjukan secara mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi partisipatif selama proses pembelajaran berlangsung, didukung oleh catatan lapangan dan perbandingan pemahaman awal-akhir siswa. Data diperoleh dari pengamatan langsung terhadap respons, pertanyaan, dan pemahaman siswa selama kegiatan belajar-mengajar berlangsung dalam beberapa kali pertemuan. Hasil refleksi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya partisipasi aktif siswa dalam bertanya, kemampuan mengaitkan materi dengan pengalaman pribadi, serta antusiasme dalam mendiskusikan berbagai bentuk seni pertunjukan seperti teater, tari, dan musik. Selain itu, ditemukan pula bahwa pengaitan materi dengan kekayaan budaya lokal Nusa Tenggara Timur turut memperkuat pemahaman dan rasa kedekatan siswa terhadap materi yang dipelajari. Artikel ini menyimpulkan bahwa proses pembelajaran yang interaktif dan reflektif mampu menumbuhkan pemahaman konseptual sekaligus kecintaan siswa terhadap seni pertunjukan, sekaligus memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran seni budaya di jenjang pendidikan menengah.

Performing arts is a field of art that requires both conceptual understanding and direct experience from students. As a multidimensional branch of art, performing arts requires students not only to understand theory but also to experience a creative process that involves the body, emotion, and social interaction. This article reflects on the development of students' knowledge in Class XII B of SMA Santo Arnoldus Jansen Kupang while studying Performing Arts, ranging from an initial lack of understanding of basic concepts to the ability to explain and appreciate the elements of performing arts independently. This study employed a descriptive qualitative approach through participatory observation during the learning process, supported by field notes and a comparison of students' initial and final understanding. Data were obtained from direct observation of students' responses, questions, and understanding throughout several teaching-learning sessions. The reflection results show a significant increase in knowledge, marked by higher active participation in asking questions, the ability to relate the material to personal experience, and enthusiasm in discussing various forms of performing arts such as theatre, dance, and music. It was also found that connecting the material to the local cultural richness of East Nusa Tenggara strengthened students' understanding and sense of closeness to the material. This article concludes that interactive and reflective learning processes can foster both conceptual understanding and students' love for performing arts, while also offering important implications for the development of arts and culture learning strategies at the secondary education level.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29