TRANSFORMASI RUANG SAKRAL GOA PUTRI DI DESA PADANG BINDU KECAMATAN SEMIDANG AJI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU PROVINSI SUMATERA SELATAN DARI TEMPAT RITUAL MENJADI OBJEK WISATA

Penulis

  • Kurnia Cahya Rani Institut Seni Indonesia Padangpanjang
  • Azlin Resiana Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Kata Kunci:

Transformasi, Ruang Sakral, Goa Putri, Ritual, Objek Wisata

Abstrak

Penelitian ini membahas tentang transformasi ruang sakral Goa Putri di Desa Padang Bindu Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu Provisi Sumatera Selatan dari tempat ritual menjadi objek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan perubahan fungsi Goa Putri. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perubahan sosial dari J.L Gillin dan J.P Gillin. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan desktiptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan, yaitu: reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan fungsi Goa Putri sebagai tempat permohonan, zikir, dan kepercayaan masyarakat tentang lumbung padi. Adapun perubahan fungsinya adalah sebagai tempat hiburan, uji nyali dan kegiatan sosial masyarakat. Transformasi Goa Putri menunjukkan bahwa fungsi sakral dan fungsi wisata dapat berjalan berdampingan tanpa menghilangkan identitas budaya yang telah lama melekat pada kawasan tersebut.

This study examines the transformation of the sacred space of Goa Putri in Padang Bindu Village, Semidang Aji District, Ogan Komering Ulu Regency, South Sumatra Province from a ritual site into a tourist attraction. The study aims to describe the functions and functional shifts of Goa Putri. It employs the social change theory of J.L. Gillin and J.P. Gillin and utilizes a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques included field observation, interviews, and documentation, while data analysis involved data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that Goa Putri serves as a site for making petitions, performing dhikr (remembrance of God), and upholding local beliefs regarding a "rice barn." Conversely, its transformed functions include serving as a venue for entertainment, tests of courage, and community social activities. The transformation of Goa Putri demonstrates that sacred and tourism functions can coexist without eroding the cultural identity long associated with the site.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30