PENGARUH EDUKASI MULTIMEDIA MP-ASI KAYA PROTEIN HEWANI TERHADAP ASUPAN ZAT GIZI ANAK USIA 6 – 24 BULAN DI KOTA JAYAPURA

Penulis

  • Christin Debora Nabuasa Universitas Cenderawasih

Kata Kunci:

Edukasi, Multimedia, MPASI Kaya Protein Hewani, Asupan Zat Gizi

Abstrak

Latar Belakang: Dalam pemberian MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) di Indonesia, perbaikan praktik MP-ASI pada anak usia 6 – 23 bulan merupakan salah satu dari kegiatan intervensi spesifik indikator dalam upaya penurunan stunting berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021. Target yang harus dicapai pada tahun 2024 adalah 80% anak usia 6 – 23 bulan mendapat MP-ASI yang baik. Namun demikian, berbagai informasi yang ada selama ini menunjukkan bahwa pola pemberian makan bayi dan anak (PMBA), termasuk pemberian MP-ASI, di Indonesia masih bermasalah. Praktik MPASI pada tahun 2024 dipantau secara rutin per triwulan untuk melihat 3 aspek diantaranya (MPASI beragam, konsumsi telur, ikan atau daging dan MPASI yang baik) dengan cara menanyakan MPASI yang dikonsumsi anaka usia 6-23 bulan pada hari kemarin menggunakan bantuan gambar. Jika ditemukan anak usia 6-23 bulan yang mengonsumsi MPASI tidak beragam dan atau tidak mengandung telur, ikan, daging maka kader posyandu akan memberikan edukasi kepada ibu atau pengasuh utama agar dapat memperbaiki pola makan anak menjadi lebih beragam dan mengandung telur, ikan dan daging. Salah satu upaya peningkatan MPASI baik kaya protein hewani pada anak usia 6-23 bulan dengan penyediaan Media informasi terkait MPASI. Media informasi yang diberikan kepada kader kesehatan dalam pemantauan praktik MPASI masih dalam bentuk buku saku kader kesehatan yang berisi gambar-gambar MPASI kaya protein hewani. Salah satu penyebab rendahnya konsumsi protein hewani adalah keterbatasan pengetahuan dan kesadaran ibu mengenai pentingnya zat gizi tersebut. Pendekatan edukasi konvensional yang bersifat ceramah satu arah sering kali tidak efektif dalam mengubah perilaku. Oleh karena itu, pendekatan berbasis teknologi seperti edukasi multimedia dinilai lebih efektif karena mampu menyampaikan informasi secara visual, audio, dan interaktif. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui  pengaruh edukasi multimedia MPASI kaya protein hewani terhadap asupan zat gizi  pada anak usia 6-24 bulan di Kota Jayapura. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimental rancangan one group pretest-postest design, dengan teknik Total sampling. Penelitian dilakukan di Puskesmas Hamadi Kota Jayapura dengan total sampel 170 sampel dengan responden adalah ibu dari anak yang berusia 6-24 bulan yang berkunjung ke Posyandu yang berada diwilayah kerja Puskesmas Hamadi. Hasil: berdasarkan uji t sampel berpasangan (Paired Samples t-test) setelah intervensi berupa edukasi multimedia MPASI kaya protein hewani, terjadi peningkatan pada pengetahuan, sikap, asupan energi, protein, lemak dan kalsium dengan nilai signifikansi 0,0000 < 0,05. Simpulan: Media multimedia sebagai edukasi MPASI kaya protein hewani mempengaruhi pengetahuan, sikap, jumlah asupan zat gizi dalam pemberian MPASI kaya protein hewani untuk meningkatkan hormon IGF-1 dan upaya penurunan stunting.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-27