STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI PENGGILINGAN PADI DI INDONESIA

Penulis

  • Indah Sulistio Rini Universitas Pamulang
  • Mukrodi Universitas Pamulang
  • Yayan Sudaryana Universitas Pamulang

Kata Kunci:

Industri Penggilingan Padi, Daya Saing, Strategi, Porter's Diamond and IFAS-EFAS dan SWOT

Abstrak

Industri Penggilingan Padi memiliki peran penting dalam mewujudkan swasembada beras di Indonesia karena merupakan pusat pengolahan gabah menjadi beras, namun masih menghadapi permasalahan struktural berupa dominasi pelaku usaha skala kecil (95%) dengan tingkat efisiensi yang rendah.  Sebagai produsen beras terbesar ke empat didunia dan terbesar di ASEAN, Indonesia  harus tidak hanya fokus pada peningkatan produksi tetapi juga pada daya saing beras. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan strategi peningkatan daya saing industri penggilingan padi di Indonesia menggunakan metode kualitatif.  Data primer diperoleh melalui wawancara dengan para pakar tentang kondisi faktor-faktor pembentuk daya saing berdasarkan Porter’s Diamond Model.  Hasil wawancara dianalisis menggunakan keterkaitan antar faktor pembentuk daya saing Porter’s Diamond Model untuk mengetahui posisi daya saung industri penggilingan padi di Indonesia.  Strategi peningkatan daya saing industri penggilingan padi di Indonesia dirumuskan menggunakan Internal Factor Analysis Summary (IFAS), External Factor Analysis Summary (EFAS) dan SWOT analisis. Hasil analisis keterkaitan antar faktor pembentuk daya saing Porter’s Diamonds Model, industri penggilingan padi di Indonesia belum berdaya saing.  Hasil analisis IFAS-EFAS dan matriks SWOT industri penggilingan padi di Indonesia berada pada posisi Weaknesses-Opportunities (W-O). Rekomendasi strategi peningkatan daya saing industri penggilingan padi di Indonesia adalah harus menyelesaikan permasalahan strutktural dan memanfaatkan peluang meliputi :  1) Pengembangan Industri Penggilingan Padi berbasis Kluster,  2) Revitalisasi Industri Penggilingan Padi, 3) Kemitraan Industri Penggilingan Padi Besar dengan Kecil, dan 4) Implementasi Prinsip-Prinsip Ekonomi Sirkular.

The rice milling industry plays a strategic role in achieving rice self-sufficiency as it processes paddy into rice. However, the industry faces several structural issues, such as the predominance of small-scale enterprises (95%) with generally operate with low efficiency. As the fourth largest rice producer in the world and the biggest in ASEAN, Indonesia need to focus not only on  increasing rice  production but also on enhancing competitiveness. This study aims to formulate strategies to enhance the competitiveness of the rice milling industries in Indonesia using a qualitative approach.  Data were collected through experts interviews regarding the condition of competitiveness factors base on Porter’s Diamond Model. The interview results were analyzed by examining the interrelationships among the competitiveness factors in the Porter's Diamond Model to assess the competitiveness of the rice milling industry in Indonesia. Strategy to enhance the competitiveness of the rice milling industry in Indonesia, were develoedp using the  Internal Factor Analysis Summary (IFAS) and External Factor Analysis Summary (EFAS) which was followed by a SWOT analysis. The results analysis indicate that the rice milling industry in Indonesia is not yet competitive. Based on the IFAS-EFAS analysis and the SWOT matrix, the rice milling industries in Indonesia is positioned in the Weaknesses-Opportunities (W-O) quadrant. The recommended strategies for enhancing the competitiveness of the rice milling industry in Indonesia focus on addressing structural weaknesses while taking advantage of existing opportunities. These strategies include: 1) The Development of a Cluster-based Rice Milling Industry, 2) Revitalization of the Rice Milling Industry, 3) Partnerships between Large and Small Rice Milling Enterprices, and 4) The Implementation of Circular Economy Principles.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29