TRADISI DEVOSI KEPADA BUNDA MARIA DARI FATIMA DAN FORMASI ROHANI CALON IMAM DI SEMINARI MENENGAH ROH KUDUS TUKA
Kata Kunci:
Devosi Marian, Formasi Rohani, Seminari Menengah Roh Kudus TukaAbstrak
Tradisi devosi kepada Bunda Maria dari Fatima di Seminari Menengah Roh Kudus Tuka adalah salah satu praktik kesalehan yang lahir dari pengalaman iman komunitas seminari. Tradisi ini berawal dari kebiasaan doa memohon ketersediaan air yang kemudian dihubungkan dengan ditemukannya sumber mata air di area seminari. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan integrasi devosi tersebut dalam formasi rohani calon imam di Seminari Menengah Roh Kudus Tuka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan wawancara dengan para formator seminari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa devosi kepada Bunda Maria dari Fatima memiliki potensi formatif dalam membangun kebiasaan doa, menumbuhkan kesadaran pertobatan, dan mengembangkan spiritualitas Marian dari para seminaris. Namun demikian, penelitian juga menemukan adanya kecenderungan formalisme dalam pelaksaan devosi serta tidak adanya katekese atau pendalaman reflektif yang menyertai praktik tersebut. Oleh karena itu, devosi ini perlu diintegrasikan secara lebih reflektif dalam sistem formasi seminari melalui pendampingan rohani dan katekese agar dapat berfungsi secara optimal dalam formasi rohani calon imam.
The devotion to Our Lady of Fatima at the Holy Spirit Minor Seminary of Tuka is a spiritual tradition rooted in the faith experience of the seminary community. This tradition originated form a communal prayer asking for water during a period of water scarcity, which was later associated with the discovery of a spring within the seminary area. This study aims to analyze the role and integration of this devotion in the spiritual formation of seminarians at the Holy Spirit Minor Seminary of Tuka. The research employs a qualitative approach using literature study and interviews with seminary formators. The findings indicate that the devotion to Our Lady of Fatima has formative potential in fostering a habit of prayer, promoting awareness of repentance, and nurturing Marian spirituality among seminarians. However, the study also reveals a tendency toward formalism in its practice and the absence of catechesis or reflective guidance accompanying the devotion. Therefore, this devotion needs to be more consciously integrated into the seminary formation system through spiritual accompaniment and catechesis so that it can function effectively in supporting the spiritual formation of future priests.




