OPTIMALISASI STANDAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) ABK KRI KELAS BANTU RUMAH SAKIT GUNA MENDUKUNG OPERASI
Kata Kunci:
Keselamatan Dan Kesehatan Kerja, KRI BRS, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut, Keselamatan Anak Buah Kapal, Manajemen Risiko, Pelatihan, Alat Pelindung Diri, Layanan Medis Militer, Misi KemanusiaanAbstrak
Penelitian ini mengkaji peran krusial penerapan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi Anak Buah Kapal (ABK) pada Kapal Bantu Rumah Sakit (KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992) di lingkungan TNI Angkatan Laut, dengan fokus pada peningkatan efisiensi operasional dalam misi militer dan kemanusiaan. Studi ini menyoroti berbagai risiko yang dihadapi ABK, termasuk paparan kondisi berbahaya, cuaca ekstrem, dan kebutuhan dukungan medis khusus. Metode kualitatif melalui wawancara dan observasi digunakan untuk menilai praktik, kepatuhan, serta kesenjangan pengetahuan, sarana, dan pelatihan dalam penerapan K3. Hasil menunjukkan bahwa kurangnya pemahaman dan fasilitas memadai meningkatkan risiko kesehatan dan kegagalan operasional. Distribusi risiko berdasarkan dampaknya pada operasional KRI Kelas BRS menunjukkan 13% risiko minor, 25% moderate, 37% significant, dan 25% severe, menandakan bahwa 87% risiko memiliki dampak sedang hingga berat yang membutuhkan mitigasi segera. Analisis Word Query menggunakan NVivo mengidentifikasi konsep dominan seperti “keselamatan”, “kerja”, “pelatihan”, “audit”, “APD”, “risiko”, dan “kecelakaan”, yang menegaskan pentingnya pelatihan, audit, dan penggunaan teknologi serta sistem informasi dalam mendukung kepatuhan standar K3. Penelitian merekomendasikan pengembangan program pelatihan terarah, pembentukan budaya keselamatan, dan peningkatan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk menciptakan lingkungan kerja aman dan meningkatkan kesiapan operasional. Penelitian ini menyimpulkan dengan mengusulkan kerangka kerja optimalisasi standar K3 pada KRI BRS guna memperkuat kemampuan pertahanan negara dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan medis militer. Evaluasi dampak perbaikan K3 terhadap keberhasilan operasi dan kesejahteraan ABK menjadi arah penting bagi penelitian lanjutan.
This study examines the critical role of implementing Occupational Safety and Health (OSH) standards for crew members aboard Hospital Support Ships (KRI Radjiman Wedyodiningrat-992) within the Indonesian Navy, focusing on enhancing operational efficiency during military and humanitarian missions. The research highlights various risks faced by crew members, including exposure to hazardous conditions, extreme weather, and the need for specialized medical support. Qualitative methods, such as interviews and observations, were employed to assess current practices, compliance levels, and gaps in knowledge, resources, and training in OSH implementation. Findings reveal that insufficient understanding and inadequate facilities increase health risks and operational failures. Risk distribution based on impact to KRI BRS operations indicates 13% minor, 25% moderate, 37% significant, and 25% severe risks, with 87% falling within moderate to severe impact categories requiring urgent mitigation. NVivo word query analysis identified dominant concepts including “safety,” “work,” “training,” “audit,” “PPE,” “risk,” and “accident,” underscoring the importance of training, audits, and the integration of technology and information systems to support OSH compliance. The study recommends developing targeted training programs, fostering a safety culture, and enhancing the use of Personal Protective Equipment (PPE) to establish a safe working environment and improve operational readiness. The study concludes by proposing a framework to optimize OSH standards on KRI BRS to strengthen national defense capabilities and enhance public trust in military medical services. Future research should evaluate the impact of OSH improvements on operational success and crew welfare.



