IMPLEMENTASI PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) DI LINGKUNGAN BADAN PELAKSANA OTORITA LABUAN BAJO FLORES
Kata Kunci:
Kebijakan, Implementasi, Sistem Pengendalian Intern PemerintahAbstrak
Based on Government Regulation Number 60 of 2008 concerning the Government Internal Control System (SPIP), which aims to create effective and efficient good governance, and as part of the implementation of a good financial reform package. The Government Internal Control System (SPIP) is implemented across both central and regional governments. Thus, the Labuan Bajo Flores Authority Implementing Agency. This study aims to analyze the implementation of the Government Internal Control System (SPIP) at the Labuan Bajo Flores Authority Implementing Agency, the obstacles encountered, the efforts, and the strategies that need to be applied to create good governance, based on the indicators of Thomas B. Smith's implementation model theory, namely idealized policies, target groups, implementing organizations, and environmental factors. The research method used in this study is descriptive qualitative, with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. Based on the research results, it is concluded that the implementation of the Government Internal Control System at the Labuan Bajo Flores Authority Implementing Agency is still not effective, as evidenced by the many risks that arise during its implementation, a lack of understanding, and many other obstacles during its execution. From the research results, the researcher recommends that implementers enhance their understanding of the implementation of the Government Internal Control System and the active role of superiors during the implementation of this Government Internal Control System.
Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 mengenai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang ditujukan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik yang bersifat efektif dan efisien, juga sebagai pelaksanaan dari paket reformasi keuangan yang baik. Serta Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) diselenggarakan di seluruh pemerintahan pusat maupun pemerintahan daerah. Dengan begitu Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai bagaimana pengimplementasian Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores serta kendala yang dihadapi, upaya dan srategi yang perlu di terapkan dalam rangka menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, dengan berdasarkan pada indikator teori model implementasi Thomas B. Smith yaitu kebijakan yang diidealkan, kelompok sasaran, organisasi pelaksana, dan faktor lingkungan. Adapun metode penelitian yang digunakan didalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores masih belum efektif, diketahui dari masih banyak risiko yang muncul selama pelaksanaannya, pemahaman yang masih kurang, serta masih banyak kendala lainnya pada saat pelaksanaannya. Dari hasil penelitian ini peneliti merekomendasikan agar implementor lebih meningkatkan pemahaman pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah serta peran aktif para atasan selama pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah ini.




