STRATEGI EKONOMI HIJAU DALAM PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH YANG BERKELANJUTAN
Kata Kunci:
Minyak Jelantah, Ekonomi Hijau, Lilin Aromaterapi, Kesejahteraan MasyarakatAbstrak
Minyak jelantah, sebagai limbah rumah tangga yang sering dibuang begitu saja, berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang buruk apabila tidak dikelola dengan baik. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan untuk mengurangi dampak tidak baik dari limbah minyak jelantah dan juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kampung Pebadaran, Kec. Pusako, Kab. Siak. Melalui program pengabdian masyarakat, dilakukan pengumpulan minyak jelantah dari rumah tangga, yang kemudian diolah menjadi produk bernilai, seperti lilin aromaterapi. Metode pengabdian ini dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahap, mulai dari pengumpulan hingga pengolahan, yang memberikan pemahaman tentang pentingnya ekonomi hijau dan keberlanjutan. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan masalah limbah telah meningkat, dan ada peluang bagi usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Used cooking oil, as household waste that is often thrown away, has the potential to cause bad environmental impacts if not managed properly. This community service is carried out to reduce the adverse effects of used cooking oil waste and also create new economic opportunities for the people of Kampung Pebadaran, Pusako sub-district, Siak district. Through the community service program, the collection of used cooking oil from households is carried out, which is then processed into valuable products, such as aromatherapy candles. This community service method involves the community in every stage, from collection to processing, which provides an understanding of the importance of green economy and sustainability. The results of this service show that community awareness of waste issues has increased, and there are opportunities for small businesses to increase family income.



