DINAMIKA PENEGAKAN HUKUM HUMANITER DALAM PERANG ASIMETRIS: STUDI ATAS TANTANGAN DAN IMPLIKASI NORMATIF DI KONFLIK MODERN
Kata Kunci:
Perang Asimetris, Hukum Humaniter Internasional, Aktor Non-Negara, Konflik Modern, Pelanggaran Ham, Respons InternasionalAbstrak
Konflik bersenjata modern telah mengalami transformasi signifikan dari bentuk tradisional menuju dinamika perang asimetris yang melibatkan aktor non-negara, teknologi militer mutakhir, serta intervensi geopolitik. Dalam lanskap konflik seperti ini, Hukum Humaniter Internasional (HHI) menghadapi tantangan serius dalam hal efektivitas implementasi dan penegakannya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif dinamika penegakan HHI dalam konteks perang asimetris melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur. Fokus utama penelitian ini mencakup pelanggaran hukum humaniter yang terus meningkat, dampaknya terhadap krisis kemanusiaan dan migrasi paksa, serta relasinya dengan munculnya radikalisasi dan terorisme transnasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakseimbangan kepatuhan hukum antara negara dan aktor non-negara, lemahnya mekanisme pertanggungjawaban internasional, serta kurangnya koordinasi antarnegara dalam menanggapi pelanggaran, menjadi faktor kunci yang memperburuk kondisi konflik. Temuan ini menekankan perlunya reformulasi pendekatan hukum humaniter agar lebih adaptif terhadap karakter konflik kontemporer serta penegakan norma yang mampu menjamin perlindungan sipil secara efektif dalam kondisi ekstrem.


