PERAN PENGADILAN DALAM PEMBERIAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL
Kata Kunci:
Perlindungan Hukum, Anak, Kekerasan Seksual, PengadilanAbstrak
Legal protection for children who are victims of sexual violence aims to ensure the fulfillment of children's rights. The crime of decency and sexual harassment are two forms of violations that are not only a legal issue at the national level, but also a global legal issue involving all countries. Sexual abuse against children requires special attention because of the impact that can cause long-term trauma to children. Children who feel afraid to express what they have experienced give great opportunities for the perpetrator to continue their actions. The formulation of the problem in this study is how the role of the court in providing legal protection to children of victims of sexual violence and what are the obstacles faced by the Tarutung District Court in providing such protection. This research uses a sociological juridical method, which is research that examines problems by paying attention to applicable legal norms and connecting them with existing facts related to the problems faced. The legal protection provided by the court includes medical rehabilitation, which is a series of integrated treatment efforts to restore the child's physical condition, both the victim and the witness.
Perlindungan hukum bagi anak korban kekerasan seksual bertujuan untuk memastikan pemenuhan hak asasi anak. Kejahatan kesusilaan dan pelecehan seksual merupakan dua bentuk pelanggaran yang tidak hanya menjadi masalah hukum di tingkat nasional, tetapi juga menjadi isu hukum global yang melibatkan seluruh negara. Pelecehan seksual terhadap anak memerlukan perhatian khusus karena dampaknya yang bisa menyebabkan trauma jangka panjang bagi anak. Anak yang merasa takut untuk mengungkapkan apa yang dialaminya memberi peluang besar bagi pelaku untuk melanjutkan tindakannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran pengadilan dalam memberikan perlindungan hukum kepada anak korban kekerasan seksual dan apa saja kendala yang dihadapi oleh Pengadilan Negeri Tarutung dalam memberikan perlindungan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis sosiologis, dimana penelitian yang mengkaji problem dengan berfokus pada norma hukum yang berlaku dan menghubungkannya dengan kenyataan yang ada terkait problem yang dihadapi. Perlindungan hukum yang diberikan oleh pengadilan meliputi rehabilitasi medis, yang merupakan serangkaian upaya pengobatan terpadu untuk memulihkan kondisi fisik anak, baik yang menjadi korban maupun saksi.


