MENELISIK KEMBALI SEJARAH ERA KEEMASAN PERADABAN ISLAM PADA MASA DINASTI ABBASIYAH
Kata Kunci:
Dinasti Abbasiyah, Peradaban Islam, SejarahAbstrak
This article aims to analyze the conflict between Bani Umayyah and Bani Abbas. This conflict was based on the struggle for power because both parties felt entitled to rule as descendants of Banu Hashim by using the literature study research method sourced from journals, books, and articles. Bani Abbas overthrew the Umayyad Dynasty with the support of the Turks and Persians. Under the Abbasid Dynasty, there was rapid progress, especially in the political field with the implementation of the monarchy system and in the field of science through the establishment of Baitul Hikmah, which made Baghdad the intellectual center of the Islamic world. This dynasty reached a golden age and became a symbol of the glory of Islam. However, internal factors such as power struggles, religious conflicts, and the independence of small kingdoms, plus external factors such as the Crusades and Mongol invasions, led to its decline. The Mongol invasions in the 13th century ended the Abbasid Dynasty and marked the demise of one of the greatest dynasties in Islamic history.
Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis konflik antara Bani Umayyah dan Bani Abbas. Konflik ini didasari perebutan kekuasaan karena kedua pihak merasa berhak memerintah sebagai keturunan Bani Hasyim dengan menggunakan metode penelitian studi pustaka yang bersumber dari jurnal, buku, dan artikel. Penulis membahas bagaimana Bani Abbas berhasil menggulingkan Dinasti Umayyah dengan dukungan bangsa Turki dan Persia. Di bawah Dinasti Abbasiyah, terjadi kemajuan pesat, terutama di bidang politik dengan penerapan sistem monarki dan di bidang ilmu pengetahuan melalui pendirian Baitul Hikmah, yang menjadikan Baghdad pusat intelektual dunia Islam. Dinasti ini mencapai masa keemasan dan menjadi simbol kejayaan Islam. Namun, faktor internal seperti perebutan kekuasaan, konflik agama, dan kemerdekaan kerajaan-kerajaan kecil, ditambah faktor eksternal seperti Perang Salib dan invasi Mongol, menyebabkan kemunduran. Serangan Mongol pada abad ke-13 mengakhiri Dinasti Abbasiyah dan menandai runtuhnya salah satu dinasti terbesar dalam sejarah Islam.


