PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PAJAK KENDARAAN BERMOTOR TERKAIT DOKUMEN STNK : KAJIAN MASYARAKAT KEMBANGAN SELATAN

Penulis

  • Putri Jaskia Fatimah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Kata Kunci:

Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak STNK, Kesadaran Hukum, Kepatuhan, Kembangan Selatan

Abstrak

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), yang sehari-hari disebut pajak STNK, adalah kewajiban tahunan pemilik kendaraan yang aturan dan kebijakannya di Jakarta terus berubah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pemahaman masyarakat Kelurahan Kembangan Selatan, Jakarta Barat, terhadap pajak STNK serta kendala yang mereka hadapi. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan analisis deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh dari wawancara dengan sembilan narasumber pemilik kendaraan, kemudian dianalisis dengan teori kesadaran hukum dan teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto serta asas kepastian pemungutan pajak dari Adam Smith. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh narasumber mengetahui perbedaan pajak tahunan dan lima tahunan, dan delapan dari sembilan mengetahui adanya denda dan pemutihan. Namun hanya tiga narasumber yang dapat menyebut komponen PKB dan SWDKLLJ dengan tepat, dan pemahaman tentang pemanfaatan pajak masih lemah. Seluruh narasumber yang pernah terlambat membayar sebenarnya tahu bahwa denda ada, sehingga keterlambatan lebih dipengaruhi oleh faktor lupa, beban biaya, dan pelayanan daripada ketidaktahuan. Penelitian ini merekomendasikan sosialisasi yang memadukan media sosial dan lingkungan RT/RW, perbaikan pelayanan, serta keterbukaan informasi penggunaan pajak.

Motor vehicle tax (known locally as “STNK tax”) is an annual obligation whose rules and policies in Jakarta change frequently. This empirical legal study examines how well residents of Kembangan Selatan, West Jakarta, understand this tax and what obstacles they face. Using semi-structured interviews with nine vehicle owners and analysing the data through Soekanto’s legal awareness and legal effectiveness theories and Adam Smith’s canon of certainty, the study finds that technical knowledge is relatively good but detailed understanding is uneven: only three of nine respondents correctly named the tax components, and understanding of how the tax revenue is used is weak. All respondents who had paid late knew that penalties exist, suggesting that late payment is driven by forgetfulness, financial burden, and service quality rather than ignorance alone. The study recommends combined social-media and neighbourhood-level outreach, better service delivery, and clearer public information on tax use.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-31