KETIMPANGAN EKONOMI ASEAN-CHINA DALAM KERJA SAMA PERDAGANGAN ACFTA
Kata Kunci:
ACFTA, ASEAN-China, Perdagangan Bebas, Dumping, MarxismeAbstrak
Penelitian ini membahas implementasi ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) dan ketimpangan hubungan perdagangan yang muncul antara China dan negara-negara ASEAN setelah liberalisasi perdagangan diberlakukan secara penuh pada tahun 2010. Pembentukan ACFTA pada awalnya bertujuan untuk meningkatkan integrasi ekonomi kawasan melalui pengurangan hambatan perdagangan, peningkatan investasi, dan perluasan pasar regional. Dalam perkembangannya, implementasi ACFTA justru menunjukkan adanya hubungan perdagangan yang tidak seimbang karena China memiliki kapasitas industri, teknologi, dan modal yang jauh lebih besar dibandingkan sebagian besar negara ASEAN. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka (library research). Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, laporan resmi, dan data perdagangan internasional yang relevan dengan implementasi ACFTA dan hubungan perdagangan ASEAN-China. Perspektif Marxisme digunakan untuk menganalisis bagaimana liberalisasi perdagangan dalam ACFTA menciptakan dominasi ekonomi China serta memperkuat ketergantungan negara-negara ASEAN terhadap produk manufaktur China. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ACFTA meningkatkan dominasi ekonomi China melalui ekspansi produk manufaktur murah ke pasar ASEAN, didukung oleh kapasitas produksi massal, subsidi industri, dan efisiensi sistem produksi China. Kondisi tersebut menyebabkan meningkatnya impor produk China, melemahnya daya saing industri domestik ASEAN, serta munculnya gejala deindustrialisasi prematur pada beberapa sektor industri seperti tekstil dan elektronik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi ACFTA tidak hanya meningkatkan integrasi perdagangan regional, tetapi juga memunculkan ketimpangan hubungan perdagangan antara ASEAN dan China yang ditandai oleh dominasi ekonomi China dan meningkatnya ketergantungan perdagangan negara-negara ASEAN terhadap China.


