ANALISIS COST-BENEFIT PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DALAM PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA
Kata Kunci:
Makan Bergizi Gratis, Cost-Benefit Analysis, Sumber Daya Manusia, Kebijakan Publik, Investasi SosialAbstrak
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui intervensi di bidang gizi dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan program MBG dari perspektif cost-benefit dengan menilai perbandingan antara biaya yang dikeluarkan negara dan manfaat yang dihasilkan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan analisis kebijakan berbasis studi literatur dari berbagai jurnal dan laporan resmi. Hasil kajian menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya memberikan dampak langsung berupa peningkatan asupan gizi peserta didik, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan konsentrasi belajar, kehadiran sekolah, dan kualitas kesehatan generasi muda secara keseluruhan. Dari sisi ekonomi, program ini memiliki efek pengganda melalui keterlibatan sektor pertanian, peternakan, dan industri pangan lokal. Meskipun membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, manfaat jangka panjang berupa peningkatan produktivitas tenaga kerja dan pengurangan beban biaya kesehatan dinilai dapat memberikan nilai ekonomi yang signifikan bagi negara. Program MBG dapat dipandang sebagai bentuk investasi sosial yang relevan dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia, dengan catatan bahwa optimalisasi pelaksanaannya melalui penguatan tata kelola, efisiensi anggaran, serta sinergi antar sektor menjadi faktor penting untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitasnya.
The Free Nutritious Meal Program (MBG) is one of the government's strategic policies to improve human resource quality through interventions in nutrition and education. This study analyzes the feasibility of the MBG program from a cost-benefit perspective by assessing the comparison between state expenditures and the benefits generated, both in the short and long term. The research employs a normative juridical method with a conceptual approach and policy analysis based on a review of academic journals and official reports. Findings indicate that the MBG program not only provides direct benefits in the form of improved nutritional intake among students, but also contributes to better learning concentration, increased school attendance, and the overall health quality of younger generations. From an economic perspective, the program generates multiplier effects through its engagement with agriculture, livestock, and local food industry sectors. Although the program requires substantial public funding, its long-term benefits including enhanced workforce productivity and reduced healthcare expenditures—suggest a significant economic return for the state. The MBG program can be understood as a form of social investment relevant to human resource development in Indonesia, provided that its implementation is optimized through stronger governance, budget efficiency, and cross-sector collaboration.


