ANALISIS PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DENGAN PENYAKIT KULIT DI DESA BOGAK BESAR
Kata Kunci:
Perilaku Hidup Bersih, Penyakit Kulit, Masyarakat Desa Bogak BesarAbstrak
Pendahuluan: Sampai saat ni, sebagian besar masyarakat ndonesia, sebagian besar
penduduknya tinggal di pinggir pantai, masih mengalami masalah kulit di daerah pesisir
pantai. ni disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kebersihan diri, kondisi air, dan
kelembaban. Dibandingkan dengan semua masalah kesehatan manusia, penyakit kulit adalah
penyakit nfeksi yang paling umum dan memengaruhi 900 juta orang di seluruh dunia.
Penyebab utama penyakit kulit yang dikeluhkan adalah kebiasaan buruk seseorang dan kurang
memperhatikan kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar mereka. Untuk mencegah dan
meminimalkan risiko yang dapat memicu timbulnya penyakit kulit, penting untuk menjalani
gaya hidup sehat dan menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan tempat tinggal. Penelitian ni
bertujuan untuk mengetahui apakah ada atau tidak ada hubungan antara kebersihan diri
dengan kesehatan kulit masyarakat pesisir di Desa Bogak Besar kecamatan Teluk Mengkudu.
Jenis penelitian ni adalah penelitian kuantitatif deskriptif untuk menggambarkan tingkat
pengetahuan masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dengan penyakit kulit. Sampel
penelitan ni adalah masyarakat desa Bogak Besar sebanyak 63 sampel. Dilakukannya
penelitian ni bertujuan untuk mengetahui Perilaku Hidup Bersih dengan Penyakit Kulit di
Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera
34
Utara. Hubungan pengetahuan dan perilaku mengenai kebiasaan mandi dan cuci tangan,
kebiasaan mandi 1x sehari sebanyak 7,9% dan mandi 2x sehari sebanyak 92,1% kemudian
kebiasaan mencuci tangan dengan air mengalir sebanyak 90,5% dan mencuci tangan dengan
menggunakan wadah sebanyak 9,5%. Kemudian yang mengalami keluhan penyakit kulit
dengan ciri bercak merah sebanyak 33,3%, bentol pada kulit sebanyak 25,4% dan keluhan
kulit mengelupas dan kering sebanyak 23,8%. Beberapa jenis penyakit kulit yang sering
ditemukan di desa-desa antara lain kudis, alergi, kurap, panu, kontak dermatitis, dan lainnya.
Banyak faktor memengaruhi penyakit kulit, seperti lingkungan, perilaku, layanan kesehatan,
genetik, dan faktor kerja. Misalnya, nelayan sering terkena air laut, dan pengetahuan dan
kesadaran kesehatan masih rendah di desa-desa, tetapi mereka banyak belajar dari budaya
turun temurun.



