FREKUENSI PIJAT BAYI DENGAN KUALITAS INTERAKSI IBU DAN BAYI DI RUMAH PIJAT MOMMYCARE JEPARA
Kata Kunci:
Pijat Bayi, Frekuensi Pijat, Interaksi Ibu Dan Bayi, Bonding, Stimulasi DiniAbstrak
Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi dini yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta pembentukan ikatan emosional antara ibu dan bayi. Frekuensi pelaksanaan pijat bayi yang dilakukan secara rutin dan melibatkan ibu secara langsung dapat meningkatkan kualitas interaksi melalui sentuhan, kontak mata, dan komunikasi nonverbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi pijat bayi dengan kualitas interaksi ibu dan bayi di Rumah Pijat Mommycare Jepara. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang melakukan pijat bayi di Rumah Pijat Mommycare Jepara pada bulan November 2025 sebanyak 50 orang, dengan jumlah sampel 45 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner frekuensi pijat bayi dan kuesioner kualitas interaksi ibu dan bayi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden melakukan pijat bayi kurang dari dua kali dalam satu bulan (71,1%) dan mayoritas memiliki kualitas interaksi ibu dan bayi pada kategori sedang (66,7%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang kuat, positif, dan signifikan antara frekuensi pijat bayi dengan kualitas interaksi ibu dan bayi (r = 0,716; p < 0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi pijat bayi dengan kualitas interaksi ibu dan bayi. Semakin sering pijat bayi dilakukan, maka semakin baik kualitas interaksi yang terjalin. Oleh karena itu, ibu diharapkan dapat meningkatkan frekuensi pijat bayi sebagai bagian dari pola pengasuhan untuk memperkuat hubungan emosional dengan bayinya.



