HUBUNGAN PERNIKAHAN DINI DENGAN KEJADIAN KEHAMILAN BERISIKO DI DESA SUCO KECAMATAN JELBUK

Penulis

  • Galuh Sila Putri Adi Universitas Muhammadiyah Jember
  • Awatiful Azza Universitas Muhammadiyah Jember
  • Siti Kholifah Universitas Muhammadiyah Jember

Kata Kunci:

Kehamilan Berisiko, Kesehatan Ibu, Pernikahan Dini, Usia Remaja

Abstrak

Background: Early marriage remains a widespread issue in Indonesia, particularly in rural areas. This social phenomenon has significant implications for various aspects of a woman's life, especially in terms of reproductive health. One of the major health concerns is the increased likelihood of high-risk pregnancies, which can lead to serious complications for both mother and fetus. Objective: This study aims to examine the relationship between early marriage and the incidence of high-risk pregnancies in Suco Village, Jelbuk Subdistrict, Jember Regency. Methods: This research employed a quantitative method with a correlational analytical design and a cross-sectional approach. The population consisted of all pregnant women in Suco Village, totaling 55 individuals, selected using the total sampling technique. Data were collected using a structured questionnaire focusing on age at first marriage and pregnancy risk factors based on WHO criteria. Data analysis was performed using the Spearman Rank test. Results: The results showed that most respondents married under the age of 19 and experienced high-risk pregnancies. A significant correlation was found between early marriage and high-risk pregnancy (p-value = 0.000 < α = 0.05). Conclusion: This indicates that younger age at marriage is associated with a higher likelihood of experiencing pregnancy complications. Therefore, there is a pressing need to enhance reproductive health education and raise awareness about the dangers of early marriage, particularly in rural communities. Preventive programs involving healthcare workers, community leaders, and educational institutions should be implemented to reduce the incidence of high-risk pregnancies in the future.

Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan permasalahan yang masih sering terjadi di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan. Fenomena ini berdampak langsung terhadap berbagai aspek kehidupan perempuan, salah satunya adalah kesehatan reproduksi, termasuk risiko terjadinya kehamilan yang tidak aman. Kehamilan berisiko adalah kehamilan yang dapat menyebabkan komplikasi serius baik bagi ibu maupun janin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pernikahan dini dengan kejadian kehamilan berisiko di Desa Suco Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi analitik korelasional dan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Desa Suco sebanyak 55 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri dari pertanyaan seputar usia pernikahan pertama dan faktor risiko kehamilan berdasarkan kriteria WHO. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil menikah pada usia di bawah 19 tahun, dan terdapat korelasi yang signifikan antara pernikahan dini dengan kejadian kehamilan berisiko (nilai p = 0,000 < α = 0,05). Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa semakin muda usia pernikahan, semakin tinggi kemungkinan mengalami kehamilan dengan risiko komplikasi. Oleh karena itu, edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan bahaya pernikahan dini perlu ditingkatkan, terutama di lingkungan masyarakat pedesaan. Program pencegahan pernikahan dini dapat dilakukan melalui kerja sama antara tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan guna menekan angka kejadian kehamilan berisiko di masa mendatang.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-30