HUBUNGAN KEPATUHAN BUDAYA DENGAN INISIATIF KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DINI PADA IBU HAMIL TRIMESTER PERTAMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERJAMBE, KABUPATEN JEMBER

Penulis

  • Desinta Putri Ambarsari Universitas Muhammadiyah Jember
  • Awatiful Azza Universitas Muhammadiyah Jember
  • Diyan Indriyani Universitas Muhammadiyah Jember

Kata Kunci:

Antenatal Care Dini, Ibu Hamil, Kepatuhan Budaya

Abstrak

Budaya yang masih melekat di masyarakat tentang kehamilan, serta anggapan bahwa kehamilan adalah proses alami tanpa perlu intervensi medis, menjadi hambatan bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan dini. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui kepatuhan budaya dengan inisiatif kunjungan antenatal care dini di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberjambe, Kabupaten Jember. Desain: penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester pertama dengan jumlah 99, dan sampel terdiri dari 80 ibu hamil, dengan teknik sampling pada penelitian ini menggunakan cluster random sampling, di mana wilayah kerja Puskesmas dibagi menjadi beberapa klaster, kemudian dilakukan pengambilan sampel secara acak dari masing-masing klaster yang telah ditentukan. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rho dengan tingkat signifikansi α ≤ 0,05. Hasil: ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan budaya dan inisiatif kunjungan antenatal care dini pada ibu hamil trimester pertama dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,377 menunjukkan kekuatan hubungan yang lemah dengan arah hubungan negatif. Kesimpulan: kepatuhan budaya dapat mempengaruhi inisiatif kunjungan antenatal care dini di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberjambe, Kabupaten Jember.

The cultural beliefs still prevalent in society regarding pregnancy, along with the notion that pregnancy is a natural process that does not require medical intervention, pose barriers for pregnant women to undergo early examinations. Objective: This study aims to determine cultural compliance with the initiative for early antenatal care visits in the service area of the Sumberjambe Community Health Center, Jember District. Design: This study employs a correlational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 99 pregnant women in their first trimester, with a sample size of 80 pregnant women. The sampling technique used in this study was cluster random sampling, where the health center's service area was divided into several clusters, and samples were randomly selected from each designated cluster. The research instrument was a closed-ended questionnaire that had been validated and tested for reliability. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the Spearman Rho test at a significance level of α ≤ 0.05. Results: There was a significant relationship between cultural compliance and the initiative to seek early antenatal care among pregnant women in the first trimester, with a correlation coefficient (r) of -0.377, indicating a weak relationship with a negative direction. Conclusion: Cultural compliance can influence the initiative to seek early antenatal care in the working area of the Sumberjambe Community Health Center, Jember District.

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-30