BAHASA INDONESIA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL YANG TUMBUH DARI SEJARAH DAN PERANANNYA DALAM MEMBENTUK LITERASI GENERASI Z
Kata Kunci:
Bahasa Indonesia, Identitas Nasional, Literasi, Generasi Z, Sejarah BahasaAbstrak
Bahasa Indonesia memiliki peran penting sebagai identitas nasional yang berkembang dari sejarah panjang bangsa. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Bahasa Indonesia berkembang sebagai identitas nasional sejak Sumpah Pemuda 1928 hingga era digital, serta peranannya dalam membentuk literasi Generasi Z. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap 7 informan (1 dosen, 2 guru, dan 4 siswa/mahasiswa Generasi Z) serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan Bahasa Indonesia mengalami transformasi signifikan dari bahasa persatuan menjadi bahasa identitas yang dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dalam konteks Generasi Z, Bahasa Indonesia menghadapi tantangan pengaruh bahasa asing dan bahasa gaul digital, namun tetap menjadi medium literasi utama. Data UNESCO menunjukkan minat literasi di Indonesia masih rendah, hanya 0,001% yang berarti dari 1000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang memiliki minat baca tinggi. Penelitian menemukan bahwa pemahaman sejarah Bahasa Indonesia berhubungan positif dengan tingkat literasi dan kebanggaan berbahasa Indonesia di kalangan Generasi Z. Kesimpulannya, Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga wujud identitas nasional yang harus diperkuat melalui pendidikan literasi yang sesuai dengan karakteristik Generasi Z.
Indonesian language has an important role as a national identity that develops from the nation's long history. This study aims to analyze how Indonesian language developed as a national identity from the Youth Pledge of 1928 to the digital era, and its role in shaping Generation Z literacy. The research method uses a descriptive qualitative approach with in-depth interviews with 7 informants (1 lecturer, 2 teachers, and 4 Generation Z students) and literature studies. The results show that Indonesian language has undergone a significant transformation from a language of unity to an adaptive identity language. In the context of Generation Z, Indonesian language faces challenges from foreign language influence and digital slang, but remains the primary medium of literacy. UNESCO data shows that literacy interest in Indonesia is still low, only 0.001%, which means that out of 1000 Indonesians, only 1 person has a high reading interest. The study found that understanding of Indonesian language history is positively related to literacy levels and pride in speaking Indonesian among Generation Z. In conclusion, Indonesian language is not only a communication tool, but also a form of national identity that must be strengthened through literacy education that suits Generation Z characteristics.



