SOSIALISASI DAKWAH DENGAN PENDEKATAN BAHASA DI YAYASAN PERDAMAIAN SEMESTA INDRAMAYU

Penulis

  • Ardiatul Akbar Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS)
  • Suyani Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS)
  • Tiara Putri Rahmadina Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS)

Kata Kunci:

Socialization Of Preaching, Language Approach, Universal Peace Foundation, Effectiveness Of Preaching

Abstrak

This study discusses how a linguistic approach can serve as an effective bridge in conveying religious messages within society, particularly at the Semesta Indramayu Peace Foundation. In this fast-paced and diverse era, the use of warm, polite, and easily understandable language is key to building heartfelt communication. Through qualitative methods involving direct observation and interviews, this study found that a da'wah approach emphasizing dialogue and the careful selection of words can foster mutual trust, reduce social distance, and create a healthy space for discussion. These findings indicate that dakwah is not merely about conveying messages but also about listening and understanding. The study recommends that preachers be more attuned to the local linguistic and cultural context as part of a more humanistic and community-integrated dakwah strategy.

 

Penelitian ini membahas bagaimana pendekatan bahasa dapat menjadi jembatan yang efektif dalam menyampaikan pesan dakwah di tengah masyarakat, khususnya di Yayasan Perdamaian Semesta Indramayu. Di era yang serba cepat dan penuh keragaman, penggunaan bahasa yang hangat, sopan, dan mudah dipahami menjadi kunci dalam membangun komunikasi yang menyentuh hati. Melalui metode kualitatif dengan observasi langsung dan wawancara, studi ini menemukan bahwa pendekatan dakwah yang mengedepankan dialog serta pemilihan kata yang tepat mampu menumbuhkan rasa saling percaya, mengurangi jarak sosial, dan membuka ruang diskusi yang sehat. Temuan ini menunjukkan bahwa dakwah tak hanya soal menyampaikan, tetapi juga soal mendengarkan dan memahami. Penelitian ini merekomendasikan agar para pendakwah lebih peka terhadap konteks bahasa dan budaya setempat sebagai bagian dari strategi dakwah yang lebih manusiawi dan menyatu dengan masyarakat..

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-30