EFEKTIVITAS SISTEM REGISTRASI PADA EVENT PELATIHAN APARATUR DESA KEMENDAGRI TAHUN 2024 OLEH PT. CITY NEONINDO INDAH MURNI
Kata Kunci:
Registrasi Peserta, Pelatihan Aparatur Desa, Event Pemerintah, Efektivitas Sistem, PT City Neonindo Indah MurniAbstrak
Pelatihan Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada tahun 2024 bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa di berbagai wilayah Indonesia. Sebagai mitra pelaksana, PT City Neonindo Indah Murni bertanggung jawab atas proses registrasi peserta, pengajar, dan narasumber. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem registrasi yang diterapkan pada dua lokasi kegiatan, yakni Kota Kupang (Nusa Tenggara Timur) dan Kota Ternate (Maluku Utara), serta mengevaluasi kelebihan dan kendala dari metode yang digunakan. Melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, ditemukan bahwa sistem registrasi berbasis digital menggunakan formulir data KTP dan template Excel VLOOKUP di Kota Ternate lebih efektif dibandingkan metode tulis tangan manual yang digunakan di Kupang. Hasilnya menunjukkan efisiensi dalam waktu, akurasi data, serta kemudahan dalam pengelolaan administrasi peserta. Penggunaan teknologi sederhana seperti scanner dan Google Drive turut mempercepat proses verifikasi dan distribusi dokumen. Temuan ini memperkuat pentingnya kolaborasi antara sumber daya manusia yang kompeten dan sistem digital dalam meningkatkan kualitas manajemen registrasi pada event pemerintahan berskala besar.
The Village Government Strengthening and Development Program (P3PD) organized by Indonesia’s Ministry of Home Affairs in 2024 aimed to enhance the capacity of village officials across various regions. As the appointed event organizer, PT City Neonindo Indah Murni was responsible for managing the registration process of participants, instructors, and speakers. This study analyzes the effectiveness of the registration system implemented in two locations—Kupang (East Nusa Tenggara) and Ternate (North Maluku)—and evaluates the strengths and challenges of the applied methods. Using observation, interviews, and documentation methods, the findings reveal that the semi-digital registration system using ID card data forms and Excel VLOOKUP templates in Ternate proved more efficient than the manual, handwritten approach used in Kupang. The digital method improved time efficiency, data accuracy, and administrative processing. Simple technological tools such as mobile scanners and Google Drive significantly accelerated verification and documentation processes. These results highlight the importance of combining competent human resources with practical digital systems to improve registration management in large-scale government events.



