SELF-HARM SEBAGAI EKSPRESI LUKA BATIN ANAK DARI KELUARGA BROKEN HOME
Kata Kunci:
Self-Harm, Broken Home, Luka Batin, Tekanan Emosional, Trauma Masa KecilAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah self-harm sebagai ekspresi luka batin pada anak dari keluarga broken home. Menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan secara spesifik melalui observasi dan wawancara dengan dua partisipan remaja broken home. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua partisipan merasakan kesepian dan tekanan emosional, meskipun faktor penyebab dan respons mereka terhadap perasaan tersebut berbeda. Partisipan mengalami tekanan dan frustrasi yang mendorong perilaku self-harm. Remaja korban broken home cenderung memiliki rasa tertekan, bimbang, hingga frustrasi, dan dari perasaan yang dialaminya, kedua partisipan lebih condong melampiaskan emosinya secara negatif, yaitu dengan melukai diri sendiri.



