PENGARUH KONSUMSI KAYU RAPET TERHADAP KEJADIAN FLOUR ALBUS
Kata Kunci:
Keputihan, Kayu RapetAbstrak
Keputihan atau Flour albus merupakan sekresi berupa cairan berwarna putih yang berlebihan. Keputihan bisa bersifat fisiologis maupun patofisiologis. Tumbuhan jamu sari rapet memiliki sejenis senyawa aktif yang berasal dari mahluk hidup atau tanaman yang dapat bermanfaat untuk sebuah pengobatan. Populasi adalah 78 wanita usia subur dan Sampel sebanyak 30 responden. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi kayu rapet terhadap kejadian keputihan pada wanita usia subur. Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasy-experimen pre and post test without control. Dengan teknik purposive sampling, didapatkan sampel 30 responden, Keputihan di ukur dengan rumus ratting scale, dianalisa menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian yang mengalami keputihan terbanyak sebelum konsumsi jamu kayu rapet adalah keputihan patologis (80,0 %), sedangkan keputihan terbanyak setelah konsumsi jamu rapet yaitu keputihan normal (100 %), dengan hasil uji statistik p value 0,000 ≤ 0,05 dan nilai Z hitung -4,899. Kesimpulan: Ada pengaruh kayu rapet terhadap kejadian keputihan pada wanita usia subur.



