LITERASI MEDIA DIGITAL SEBAGAI STRATEGI MITIGASI BENCANA PADA LEMBAGA PEMERINTAH MELALUI INSTAGRAM
Kata Kunci:
Literasi Media Digital, Model Literasi Media Digital, Media Sosial Instagram, Tantangan Literasi Media Digital, Mitigasi BencanaAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data observasi melalui media sosial Instagram Lembaga Pemerintah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang meunjukan daya minat literasi dan interaksi masyarakat yang rendah. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana upaya literasi media digital sebagai strategi yang dilakukan oleh Lembaga Pemerintah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam melakukan sosialisasi pada masyarakat melalui pendekatan media sosial Instagram. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, dan wawancara. Berdasarkan data hasil observasi dan wawancara adalah Lembaga Pemerintah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memenuhi konsep literasi media digital serta menerapkan model literasi media digital pada laman Instagramnya. Pada realitanya, konten mitigasi bencana masih minim karena tertutup konten-konten terupdate selain mitigasi bencana, serta interaksi Lembaga Pemerintah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan audien masih rendah sehingga perlunya pengembangan konten yang berkelanjutan agar semakin variatif dan interaktif dalam meningkatkan awareness masyarakat dalam literasi media digital sebagai langkah-langkah mitigasi bencana di Indonesia.
This research is motivated by observational data from the Instagram social media account of the National Disaster Management Agency (BNPB), which shows a low level of public interest and interaction in disaster literacy. This study aims to understand the efforts of digital media literacy as a strategy implemented BNPB to socialize with the public through an approach using Instagram social media. The method used in this research is descriptive qualitative with observation techniques and interviews. Based on the data from observations and interviews, BNPB has met the concept of digital media literacy and applied a digital media literacy model on its Instagram page. In reality, disaster mitigation content is still minimal because it is overshadowed by the latest content unrelated to disaster mitigation. Additionally, the interaction between National Disaster Management Agency (BNPB) and its audience is still limited. Therefore, there is a need for the development of sustainable, more varied, and interactive content to increase public awareness of digital media literacy as a step toward disaster mitigation in Indonesia.



