EFEKTIVITAS PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH PISANG BARANGAN PADA MEDIA PENGENCER TRIS-KUNING TELUR UNTUK MENINGKATKAN MUTU SEMEN CAIR BABI PERSILANGAN
Kata Kunci:
Ekstrak Buah Pisang Barangan, Tris-Kuning Telur, Semen Babi Persilangan Landrace Dengan DurocAbstrak
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai level ekstrak buah pisang barangan (EBPB) dalam pengencer Tris-kuning telur (T-KT) terhadap mutu semen cair babi persilangan landrace dengan duroc. Materi penelitian ini menggunakan semen segar ternak babi persilangan landrace dengan duroc dengan umur 1,5 tahun dan dalam keadaan sehat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan. Adapun perlakuan tersebut adalah: TKT (P0), TKT+EBPB 5% (P1), TKT+EBPB 10% (P2), TKT+EBPB 15% (P3), TKT+EBPB 20% (P4), TKT+EBPB 25% (P5). Seluruh perlakuan disimpan di dalam cool box dengan suhu 18-20ºC. Evaluasi terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa dilakukan setiap 12 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan P3 dengan EBPB 15% pada penyimpanan jam ke 48 memberikan hasil terbaik (P<0,05), dengan nilai motilitas spermatozoa 50,00%, viabilitas spermatozoa 64,00% abnormalitas spermatozoa 5,30% dan daya tahan hidup spermatozoa 55,20% jam. Disimpulkan bahwa penambahan ekstrak buah pisang barangan ke dalam pengencer Tris-kuning telur dapat menghasilkan mutu semen cair babi persilangan landrace dengan duroc yang Lebih Tinggi dari perlakuan lainnya.
The purpose of this study is to determine the effect of the addition of various levels of barangan banana extract (EBJ) in tris-egg yolk diluent (T-EY) on the quality of crossbred boar liquid semen. Fresh semen from 1.5-year-old, healthy landrace duroc crossbred boar was used in the study. A completely randomized design with six treatments and five replications was employed in this investigation. The treatments were TEY (P0), TEY+EBJ 5% (P1), TEY+EBJ 10% (P2), TEY+EBJ 15% (P3), TEY+EBJ 20% (P4), and TEY+ EBJ 25% (P5). Every treatment was kept between 18 and 20oC in a cold box. Every 12 hours, spermatozoa longevity, motility, viability, and abnormalities were assessed. According to the study's findings, the P3 treatment with BBJ 15% at 48 hours of storage produced the best outcomes (P <0.05), with spermatozoa motility of 50.00%, viability of 64.00%, abnormalities of 5.30%, and longevity of 55.20 hours. Concluded to other treatments, it was determined that adding barangan banana juice to the tris-egg yolk diluent could result in higher-quality liquid semen from landrace and duroc crossbred boar.



