PENGARUH KONSENTRASI VITAMIN E DALAM PENGENCER SARI BUAH SEMANGKA-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA BABI LANDRACE

Penulis

  • Asti Nabunome Universitas Nusa Cendana
  • Petrus Kune Universitas Nusa Cendana
  • Agustinus Ridolf Riwu Universitas Nusa Cendana

Kata Kunci:

Vitamin E, Sari Buah Semangka-Kuning Telur, Spermatozoa, Babi Landrace

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh konsentrasi vitamin E dalam sari buah semangka-kuning telur (SBS-KT) terhadap kualitas spermatozoa babi landrace. Metode massage untuk babi landrace derwasa yang sehat menampurng semen seminggu sekali. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari lima perlakuran dan lima ulangan. Perlakuran terserbu t terdiri dari sari buah semangka (SBS 80%), kuning telur (KT 20%) yang ditambahkan berbagai konsentrasi vitamin E, antara lain: tanpa tambahan vitamin ER P0= SBS 80% + KT 20%, P1= SBS 80% + KT 20% + Vitamin E 1IU,  P2= SBS 80%+KT 20%+ Vitamin E 2IU, P3= SBS 80% + KT 20% + Vitamin E 3IU dan P4= SBS 80% + KT 20% + Vitamin E 4IU. Semen yang diencerkan disimpan dalam cool box pada suhu 15-20ºC dan dievaluasi setiap 8 jam sekali terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas dan daya tahan hidup spermatozoa hingga motilitasnya dibawah 40%. Hasil penelitian ini menunjukkan penambahan vitamin E dalam pengencer SBS-KT tidak memberikan hasil yang nyata baik secara motilitas, viabilitas, abnormalitas dan daya tahan hidup spermatozoa. Disimpulkan bahwa penambahan berbagai konserntrasi vitamin E dalam pengencer SBS-KT tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi landrace.

This sturdy aims to determine ther efferct of vitamin E concerntration in watermerlon jurice-egg yolk (WJ-EY) on ther qurality of landrace boar spermatozoa. Semen was collercterd oncer a week ursing the massage method from landrace boas that haver reached sexual maturity with heralthy conditions. This study was experimerntal with a completely randomized design consisting of fiver treatments and fiver replicates. The treatments consisted of watermelon jurice (WJ 80%), egg yolk (ERY 20%) added with variours concerntrations of vitamin E, P0= SBS 80% + KT 20%, P1= SBS 80% + KT 20% + Vitamin E 1IU,  P2= SBS 80%+KT 20%+ Vitamin E 2IU, P3= SBS 80% + KT 20% + Vitamin E 3IU dan P4= SBS 80% + KT 20% + Vitamin E 4IU. inclurding: no additional vitamin E . Diluted semen was stored in a cool box at 15-20ºC and ervaluaterd every 8 hours for motility, viability, abnormality and survival of spermatozoa until motility was below 40%. The results of this study showerd that the addition of vitamin E in WJ-EY dilurent did not give significant results in terms of motility, viability, abnormality and survival of spermatozoa. It was concluded that the addition of various concentrations of vitamin E in WJ-EY diluent did not haver a significant effect (P>0.05) in maintaining the qurality of landrace boar spermatozoa.

Unduhan

Diterbitkan

2025-04-29