GREEN ACCOUNTING 5.0: TRANSFORMASI AKUNTANSI HIJAU DALAM MENDORONG KEBERLANJUTAN KEUANGAN PERUSAHAAN INDONESIA

Penulis

  • Wa Ode Irma Sari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Enam Enam Kendari

Kata Kunci:

Green Accounting 5.0, Keberlanjutan Keuangan, Teknologi Akuntansi, Akuntansi Hijau, Regulasi Lingkungan

Abstrak

Climate change, excessive exploitation of natural resources, and increasingly stringent environmental regulations had driven companies to implement Green Accounting as part of their sustainability strategies. Green Accounting 5.0 was the latest evolution of green accounting, integrating digital technology, artificial intelligence, and big data to enhance the accuracy of measuring environmental impacts on corporate financial performance. However, in Indonesia, the implementation of this concept still faced challenges, such as low corporate awareness, regulatory limitations, and obstacles in technology adoption. This study aimed to explore how technology integration in Green Accounting could enhance corporate financial sustainability in Indonesia. The research method used was a literature study with thematic analysis of various national and international journals. The findings indicated that the implementation of Green Accounting 5.0 contributed to improving operational efficiency, environmental reporting transparency, and investment attractiveness. This study provided novelty by highlighting the role of technology in overcoming barriers to green accounting adoption in Indonesia. It was recommended that companies increase investment in green accounting technology and that the government strengthen regulations and incentives for the adoption of Green Accounting 5.0.

Perubahan iklim, eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, dan regulasi lingkungan yang semakin ketat telah mendorong perusahaan untuk menerapkan Green Accounting sebagai bagian dari strategi keberlanjutan mereka. Green Accounting 5.0 merupakan evolusi terbaru dari akuntansi hijau yang mengintegrasikan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan big data untuk meningkatkan akurasi pengukuran dampak lingkungan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Namun, di Indonesia, penerapan konsep ini masih menghadapi tantangan, seperti rendahnya kesadaran perusahaan, keterbatasan regulasi, serta hambatan dalam adopsi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi teknologi dalam Green Accounting dapat meningkatkan keberlanjutan keuangan perusahaan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis tematik terhadap berbagai jurnal nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Green Accounting 5.0 berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi operasional, transparansi pelaporan lingkungan, serta daya tarik investasi. Studi ini memberikan kebaruan dengan menyoroti peran teknologi dalam mengatasi hambatan penerapan akuntansi hijau di Indonesia. Disarankan agar perusahaan meningkatkan investasi dalam teknologi akuntansi hijau dan pemerintah memperkuat regulasi serta insentif bagi adopsi Green Accounting 5.0.

Unduhan

Diterbitkan

2025-03-06