STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TERNAK BABI DI KECAMATAN LELAK KABUPATEN MANGGARAI

Penulis

  • Silvester Guminus Baru Universitas Nusa Cendana Kupang
  • Ulrikus R Lole Universitas Nusa Cendana Kupang
  • Maria R.Deno Ratu Universitas Nusa Cendana Kupang

Kata Kunci:

Strategi Pengembangan, SWOT, Ternak Babi Dan QSPM

Abstrak

Penelitian ini telah dilaksanakan di Kecamatan Lelak Kabupaten Manggarai pada bulan Juli sampai Agustus 2024. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi strategi alternatif dan 2) menentukan prioritas strategi terbaik dalam mengembangkan usaha ternak babi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi mendalam. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling (sengaja). Data dianalisis menggunakan analisis SWOT dan  matriks QSPM. Hasil penelitian dengan analisis SWOT menunjukan bahwa usaha ternak babi di Kecamatan Lelak Kabupaten Manggarai berada pada strategi agresif. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growthoriented strategy). Alternatif strategi yang perlu diterapkan adalah: 1) mengoptimalkan ketersediaan sumber daya pakan dan sdm peternak, 2) penguata infrastruktur kesehatan hewan, 3) meningkatkan akses informasi pemasaran, 4) meningkatkan kerja sama antar peternak untuk mengantisipasi penyebaran penyakit, 5) meningkatan manajemen pemeliharaan untuk mengurangi risiko penyakit, 6) mengadakan pelatihan bagi peternak usia produktif untuk meningkatkan kemampuan dalam pencegahan  penyakit, 7) pelatihan dan penyuluhan tentang manajemen pakan lokal dan 8) membangun kerja sama dengan layaan kemitraan untuk meningkatkan skala usaha. Hasil analisis matriks QSPM menunjukan bahwa 3 strategi prioritas yaitu, 1) mengoptimalkan ketersediaan sumber daya dan sdm peternak (TAS 5,29), 2) penguata infrastruktur kesehatan hewan (TAS 4,71) dan meningkatkan akses informasi pemasaran (TAS 4,48).

 

A research was carried out in Lelak Sub-district, Manggarai Regency from July to August 2024 in order : 1) to identify alternative strategies, and 2) to determine the best priority strategy to develop the pigs’ farm at the research site. The research was conducted using in-depth study method. Method of selecting village samples was purposive sampling, and respondents were selected based on non-proportionally random sampling. Data obtained were analysed by applying SWOT analysis and QSPM matrix. The SWOT analysis result showed that the pigs’ farm in Lelak Sub-district, Manggarai Regency is on an aggressive strategy. The strategy that must be implemented in this condition is to support aggressive growth policies (growth-oriented strategy). Alternative strategies that needed to be implemented are: 1) optimizing the availability of feed resources and human resources for farmers, 2) strengthening animal health infrastructure, 3) increasing access to market information, 4) increasing cooperation between the farmers to anticipate the spread of disease, 5) improving maintenance management to reduce the risk of diseases, 6) holding training for the cattle farmers of productive age to increase their ability to prevent diseases, 7) training and counselling on local feed management, and 8) building cooperation with partnership services to increase business scale. The results of the QSPM matrix analysis showed that there are three priority strategies, namely, 1) optimizing the availability of livestock resources and human resources (TAS 5.29), 2) strengthening animal health infrastructure (TAS 4.71), and increasing access to the market information (TAS 4.48).

Unduhan

Diterbitkan

2025-02-27