POTENSI EKSTRAK GAMBIR SEBAGAI SERUM ANTI AGING
Kata Kunci:
Anti-Aging, Ekstrak Gambir, Antioksidan, DPPH, IC₅₀Abstrak
Penuaan kulit merupakan proses biologis yang dipercepat oleh paparan sinar UV, polusi, dan radikal bebas. Salah satu cara untuk menghambat penuaan dini adalah dengan penggunaan antioksidan yang dapat menetralkan radikal bebas. Penelitian ini merupakan studi eksperimental in vitro yang bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak gambir sebagai bahan aktif dalam serum anti-aging berdasarkan aktivitas antioksidannya. Ekstrak gambir diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak gambir memiliki aktivitas antioksidan yang sangat tinggi, dengan nilai IC₅₀ sebesar 2,0999 ppm, yang menunjukkan efektivitas tinggi dalam menangkal radikal bebas. Persamaan regresi logaritmik yang diperoleh adalah y = 3,353 ln(x) + 72,136, dengan koefisien determinasi (R² = 0,9045), menunjukkan korelasi kuat antara konsentrasi ekstrak dan persen inhibisi radikal bebas. Dengan kandungan antioksidan yang tinggi, ekstrak gambir berpotensi sebagai bahan aktif dalam serum anti-aging, yang dapat membantu melindungi kulit dari stres oksidatif. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut terkait uji stabilitas formulasi, efektivitas in vivo, serta kemungkinan efek samping jangka panjang untuk memastikan keamanan dan manfaat optimal dari ekstrak gambir dalam aplikasi kosmetik.
Skin aging is a biological process accelerated by exposure to UV rays, pollution, and free radicals. One way to prevent premature aging is by using antioxidants that can neutralize free radicals. This study is an in vitro experimental research aimed at evaluating the potential of gambier extract as an active ingredient in anti-aging serum based on its antioxidant activity. Gambier extract was obtained through maceration using 96% ethanol. The antioxidant activity was tested using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method with UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 517 nm. The results showed that gambier extract has very high antioxidant activity, with an IC₅₀ value of 2.0999 ppm, indicating high effectiveness in neutralizing free radicals. The logarithmic regression equation obtained was y = 3.353 ln(x) + 72.136, with a determination coefficient (R² = 0.9045), demonstrating a strong correlation between extract concentration and free radical inhibition percentage. With its high antioxidant content, gambier extract has great potential as an active ingredient in anti-aging serum, which can help protect the skin from oxidative stress. However, further research is needed regarding formulation stability testing, in vivo effectiveness, and potential long-term side effects to ensure the safety and optimal benefits of gambier extract in cosmetic applications.



