RANCANG BANGUN ATS (AUTOMATIC TRANSFER SWITCH) DAN AMF (AUTOMATIC MAIN FAILURE) 1 FASA YANG DI APLIKASIKAN PADA SISTEM HYBRID

Penulis

  • Nandamas Bayuwati Sae Candra Buana Universitas Muria Kudus
  • Mohammad Dahlan Universitas Muria Kudus

Kata Kunci:

ATS, AMF, Hybrid, PLN

Abstrak

The design of 1-phase ATS (Automatic Transfer Switch) and AMF (Automatic Main Failure) in a hybrid system aims to create a more reliable and efficient electricity supply system. This system allows automatic switching from the main electricity source (PLN) to a backup source (genset) when a disturbance occurs, thereby minimizing downtime and ensuring continuity of electricity supply. The working process of this system involves ATS and AMF which work automatically to detect electrical disturbances and switch the power supply quickly. ATS is responsible for switching electricity sources, while AMF plays a role in detecting failure of the main source and activating the generator automatically. A hybrid controller system that regulates power distribution from various energy sources, ensuring balance and efficiency in electricity use. In addition, relay technology is used to increase system response in detecting and resolving electrical disturbances quickly. The result of implementing this system is a more stable and sustainable electricity supply, with reduced disruption due to power outages. Users can enjoy more reliable power availability in both domestic and industrial environments, without having to rely entirely on one energy source. Apart from that, integration with renewable energy also has a positive impact on operational cost efficiency and carbon emission reduction, thereby supporting the transition to a more environmentally friendly energy system.

Rancang bangun ATS (Automatic Transfer Switch) dan AMF (Automatic Main Failure) 1 fasa dalam sistem hibrida bertujuan untuk menciptakan sistem pasokan listrik yang lebih handal dan efisien. Sistem ini memungkinkan perpindahan otomatis dari sumber listrik utama (PLN) ke sumber cadangan (genset) saat terjadi gangguan, sehingga dapat meminimalkan downtime dan memastikan keberlanjutan pasokan listrik. Proses kerja sistem ini melibatkan ATS dan AMF yang bekerja secara otomatis untuk mendeteksi gangguan listrik dan mengalihkan pasokan daya dengan cepat. ATS bertugas melakukan perpindahan sumber listrik, sementara AMF berperan dalam mendeteksi kegagalan sumber utama serta mengaktifkan genset secara otomatis. Sistem kontroler hibrida yang mengatur distribusi daya dari berbagai sumber energi, memastikan keseimbangan dan efisiensi dalam pemakaian listrik. Selain itu, teknologi relay digunakan untuk meningkatkan respons sistem dalam mendeteksi dan mengatasi gangguan listrik dengan cepat. Hasil dari penerapan sistem ini adalah pasokan listrik yang lebih stabil dan berkelanjutan, dengan pengurangan gangguan akibat pemadaman listrik. Pengguna dapat menikmati ketersediaan daya yang lebih handal baik di lingkungan rumah tangga maupun industri, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada satu sumber energi. Selain itu, integrasi dengan energi terbarukan juga berdampak positif terhadap efisiensi biaya operasional dan pengurangan emisi karbon, sehingga mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih ramah lingkungan.

Unduhan

Diterbitkan

2025-02-27