INOVASI LAYANAN INFORMASI KEPENDUDUKAN MELALUI PROGRAM “DUKCAPIL SAPA MASYARAKAT” DI DISPENDUKCAPIL KABUPATEN SIDOARJO

Penulis

  • Silviana Ali Asova UPN Veteran Jawa Timur
  • Muchammad Agus Muljanto UPN Veteran Jawa Timur

Kata Kunci:

Inovasi, Pelayanan Publik, Dukcapil, Teknologi Digital, Teori Inovasi Pelayanan Publik

Abstrak

Inovasi pelayanan publik memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan kepada masyarakat, terlebih lagi di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi program "Dukcapil Sapa Masyarakat" (DSM) yang diluncurkan oleh Dispendukcapil Sidoarjo sebagai upaya inovatif dalam memberikan layanan informasi administrasi kependudukan melalui social media. Program ini memanfaatkan platform media sosial, seperti Instagram dan YouTube, guna meningkatkan interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperluas cakupan penyebaran informasi. Berdasarkan teori inovasi pelayanan publik yang dikemukakan oleh Osborne dan Brown (2005), yang menekankan pentingnya kolaborasi antara teknologi dan partisipasi masyarakat, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DSM memperoleh respons positif dari masyarakat, terutama dalam hal kemudahan akses informasi dan interaksi secara real-time. Meskipun demikian, tantangan seperti rendahnya literasi digital dan keterbatasan sumber daya manusia masih menjadi hambatan yang perlu diatasi. Program DSM mencerminkan potensi besar dari inovasi berbasis teknologi dalam pelayanan publik, yang sejalan dengan teori Osborne dan Brown mengenai pentingnya inovasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Disarankan untuk pengembangan lebih lanjut mencakup integrasi metode hybrid (digital dan tatap muka) serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan demikian, DSM diharapkan dapat menjadi model pelayanan publik yang inklusif, responsif, dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat.

Public service innovation plays a crucial role in improving the effectiveness and efficiency of services provided to the community, particularly in the digital era. This study aims to examine the implementation of the "Dukcapil Sapa Masyarakat" (DSM) program launched by the Sidoarjo Civil Registration and Population Office as an innovative effort to introduce and socialize civil administration services. The program leverages social media platforms such as Instagram, along with other digital tools, to enhance direct interaction between the government and the community while expanding the reach of information dissemination. Based on the public service innovation theory proposed by Osborne and Brown (2005), which emphasizes the importance of collaboration between technology and public participation, this research adopts a qualitative descriptive approach with data collection methods including interviews, observations, and document studies. The findings reveal that DSM has received positive feedback from the public, particularly in terms of ease of access to information and real-time interaction. However, challenges such as low digital literacy and limited human resources remain obstacles that need to be addressed. The DSM program reflects the significant potential of technology-based innovations in public services, aligning with Osborne and Brown's theory on the importance of innovations that are responsive to community needs. Recommendations for further development include integrating hybrid methods (digital and in-person) and enhancing human resource capacity. Therefore, DSM is expected to serve as a model for inclusive, responsive, and adaptive public services that address the dynamic needs of the community.

Unduhan

Diterbitkan

2025-02-27