ANALISIS KELAYAKAN PADA USAHA TERNAK BABI DI KECAMATAN BOLENG KABUPATEN MANGGARAI BARAT

Penulis

  • Ricardus Nonta Universitas Nusa Cendana
  • Ulrikus R. Lole Universitas Nusa Cendana
  • Solvi M. Makandolu Universitas Nusa Cendana
  • Diana M. Sabat Universitas Nusa Cendana

Kata Kunci:

Kelayakan, Peternak, Pendapatan, Penerimaan, Usaha Ternak Babi

Abstrak

Suatu kajian telah dilaksanakan di Kec. Boleng, Kab. Manggarai Barat. Kajian tersebut bertujuan untuk mengkaji pendapatan usaha ternak dan kelayakan finansial usaha ternak babi di Kec. Boleng, Kab. Manggarai Barat. Metode pengambilan contoh melalui 2 tahap. Tahap 1 pemilihan Lokasi desa contoh dilaksanakan secara purposive sampling dengan dasar pertimbangan yaitu total ternak babi terbanyak. Tahap 2 yaitu penentuan peternak contoh sebanyak 72 orang secara acak non proposional tiap desa diwakilkan 18 responden. Data primer diidapati melalui observasi dan wawancara langsung dengan peternak sesuai kuisioner yang ada, sedangkan data sekunder didapati melalui dokumentasi laporan dari instasi terkait. Metode analisis data memakai analisis biaya total, analisis penerimaan dan analisis pendapatan serta analisis kelayakan dengan menggunakan kriteria investasi B/C dan R/C. Hasil kajian terlihat pendapatan total sebesar Rp6.234,837/tahun atau 55,43%. Hasil analisis kelayakan terlihat usaha ternak babi di Kec. Boleng sudah layak baik finansial dengan nilai B/C 1,3 dan R/C 2,3.

Study has been conducted in Boleng District, West Manggarai Regency. The study aims to examine the income from livestock farming and the financial feasibility of pig farming in Boleng District, West Manggarai Regency. The sampling method was conducted in 2 stages. Stage 1 of the selection of sample village locations was carried out through purposive sampling based on the consideration of the highest total number of pigs. Stage 2 is the determination of 72 sample farmers randomly selected non-proportionally, with each village represented by 18 respondents. Primary data was obtained through observation and direct interviews with farmers according to the existing questionnaire, while secondary data was obtained through documentation of reports from relevant institutions. The data analysis method uses total cost analysis, revenue analysis, income analysis, and feasibility analysis using B/C and R/C investment criteria. The study results show a total income of Rp6,234,837/year or 55.43%. The feasibility analysis results show that pig farming in Boleng District is financially viable with a B/C ratio of 1.3 and an R/C ratio of 2.3.

Unduhan

Diterbitkan

2025-01-30