HUBUNGAN PELAKSANAAN KESELAMATAN PASIEN DENGAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD PALANGKA RAYA
Kata Kunci:
Budaya Keselamatan Pasien, IGD, Keselamatan Pasien, Rumah SakitAbstrak
Latar Belakang: Rumah sakit dikenal sebagai fasilitator jasa layanan kesehatan yang mendedikasikan pelayanan pasien sepanjang 24 jam secara berkesinambungan dan komprehensif. Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebagai suatu unit pelayanan yang berfungsi menyelenggarakan layanan asuhan medis. Fenomena yang ditemukan di tempat penelitian yaitu 3 dari 7 orang tenaga kesehatan di IGD masih menggunakan nama dan nomor tempat tidur pasien untuk melakukan identifikasi pasien. Berdasarkan Laporan SKP dari rentang waktu tahun 2022-2024 terdapat 5 kasus KNC dan 1 kasus KTD. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan pelaksanaan keselamatan pasien dengan budaya keselamatan pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian analitik korelasi dengan melalui pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling dengan jumlah 65 responden. Pengumplan data menggunakan kuisioner. Uji statistik menggunakan uji Korelasi Spearman Rank. Hasil: Berdasarkan hasil uji Korelasi Spearman Rank didapat p-value 0.000 maka tingkat signifikasi p < 0,05 dengan tingkat koefesien korelasi bernilai 0,783 yang artinya memiliki hubungan yang kuat dan serta arah yang positif. Berdasarkan data tersebut ditemukan bahwa 78,30 % ada hubungan antara pelaksanaan keselamatan pasien dengan budaya keselamatan pasien, sedangkan 21,70% berhubungan dengan faktor lain. Kesimpulan: Ha diterima, ada hubungan antara pelaksanaan keselamatan pasien dengan budaya keselamatan pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Palangka Raya. Artinya semakin tinggi pelaksanaan keselamatan pasien maka semakin baik pula budaya keselamatan yang diberikan oleh Tenaga Kesehatan di IGD RSUD Palangka Raya



