PENGARUH MEDIA SOSIAL PADA IDENTITAS BUDAYA REMAJA DI ERA DIGITAL
Kata Kunci:
Media Sosial, Budaya Remaja, Era DigitalAbstrak
penggunanya tiada hari tanpa membuka media sosial. Media sosial, sebagai platform yang memungkinkan interaksi global secara instan, berperan besar dalam membentuk persepsi, nilai, dan kebiasaan budaya di kalangan remaja. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji bagaimana remaja menggunakan media sosial untuk membangun dan mengekspresikan identitas budaya mereka, baik yang berkaitan dengan budaya lokal maupun global. Penelitian ini juga mengeksplorasi bagaimana norma dan tren yang berkembang di media sosial mempengaruhi cara remaja berinteraksi dengan budaya mereka, serta bagaimana faktor-faktor seperti kelompok sebaya dan popularitas konten digital membentuk persepsi mereka terhadap budaya. Temuan menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi wadah bagi remaja untuk mengeksplorasi dan memodifikasi identitas budaya mereka, dengan potensi baik untuk memperkuat maupun merubah elemen-elemen budaya yang ada. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih dalam mengenai dinamika identitas budaya di tengah era digital yang terus berkembang. Dengan semakin meningkatnya penggunaan platform media sosial di kalangan remaja, penting untuk memahami bagaimana interaksi digital ini membentuk dan mempengaruhi identitas budaya mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, melalui wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) dengan remaja yang aktif menggunakan media sosial. Hasil penelitian menunjukan bahwa media sosial berfungsi sebagai alat ekspresi diri yang signifikan, memungkinkan remaja untuk mengeksplorasi dan membangun identitas budaya mereka.Namun, penelitian juga mengidentifikasi tantangan seperti homogenisasi budaya dan tekanan untuk conform terhadap norma-norma yang berlaku di dunia maya. Temuan ini memberikan wawasan tentang kompleksitas hubungan antara media sosial dan identitas budaya, serta implikasi bagi orang tua dan pendidik dalam mendukung perkembangan identitas remaja yang sehat di tengah arus informasi global. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi penting bagi studi komunikasi dan hubungan masyarakat, serta membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut dalam bidang ini.
In this era of globalization technology is more advanced, it can’t be denied the presence of the internet more needed in everyday life, both in socialization, education, business, etc. We can’t be denied that social media have a big influence in our life. Someone who initially small can be great with social media, or otherwise .For the community particularly among teenagers , social media have to make opium user gone days without opening a social media. Social media, as a platform that allows for instant global interaction, plays a major role in shaping perceptions, values, and cultural habits among adolescents. Through a qualitative approach, this study examines how adolescents use social media to build and express their cultural identity, both related to local and global culture. . The study also explores how evolving norms and trends on social media affect the way adolescents interact with their culture, as well as how factors such as peer groups and the popularity of digital content shape their perception of culture. The findings show that social media can be a forum for adolescents to explore and modify their cultural identity, with the potential to both strengthen and change existing cultural elements. This research is expected to contribute to a deeper understanding of the dynamics of cultural identity in the midst of a constantly evolving digital era. This research aims to explore the influence of social media on adolescents' cultural identity in the digital age. With the increasing use of social media platforms among teenagers, it is important to understand how these digital interactions shape and influence their cultural identity. The research method used is the qualitative one, through in-depth interviews and focus group discussions (FGDs) with teenagers who actively use social media. The results showed that social media serves as a significant self-expression tool, allowing teenagers to explore and build their cultural identity. However, the research also identified challenges such as cultural homogenization and pressure to conform to online norms. The findings provide insights into the complexity of the relationship between social media and cultural identity, as well as implications for parents and educators in supporting adolescents' healthy identity development amidst global information flows. This research is expected to be an important contribution to the study of communication and public relations, and opens up opportunities for further research in this area.



