ANALISIS PENGENDALIAN PROBLEM HOLE NOT CENTER SEAT DRIVER DENGAN METODE QUALITY CONTROL CIRCLE (QCC) STUDI KASUS PT X

Penulis

  • Tri Ngudi Wiyatno Universitas Pelita Bangsa
  • Fajar Panggugah Universitas Pelita Bangsa
  • Bintang Rizky Pratama Universitas Pelita Bangsa
  • Fadhilah Universitas Pelita Bangsa
  • Fahmi Fauzi Universitas Pelita Bangsa

Kata Kunci:

Quality Control Circle (QCC), Diagram Tulang Ikan, Industri Otomotif

Abstrak

Studi ini meneliti masalah pengendalian mutu yang dihadapi oleh PT X, sebuah perusahaan otomotif di Indonesia. Khususnya, studi ini berkonsentrasi pada perakitan model CN113R. Ketidaksejajaran lubang kursi adalah cacat utama yang diidentifikasi dan ditemukan merupakan 49% dari cacat selama inspeksi yang dilakukan dari Juni hingga Oktober 2021. Studi ini menggunakan metode Quality Control Circle (QCC) untuk mengevaluasi akar penyebab cacat ini. Untuk melakukannya, mereka menggunakan diagram tulang ikan untuk menunjukkan faktor-faktor yang berkontribusi secara visual. Temuan menunjukkan bahwa faktor utama yang menyebabkan ketidaksejajaran adalah ketidakkonsistenan dalam pengoperasian handset yang digunakan selama perakitan. Perusahaan berhasil menghilangkan biaya perbaikan terkait dan mengurangi tingkat kesalahan dari 33 kasus menjadi nol. Studi ini menekankan bahwa praktik manajemen yang efektif dan peningkatan kualitas berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan kualitas produk dan daya saing di sektor otomotif.

This study examines quality control issues at PT X, an automobile manufacturer in Indonesia. Specifically, the study focused on the assembly of the CN113R model. Seat hole misalignment was the main defect found in inspections conducted from June to October 2021, accounting for 49% of the total defects. In the study, the Quality Control Circle (QCC) method was used to determine the cause of this defect. For this purpose, a fishbone diagram was used to visually represent the causal factors. The results showed that the main factor causing misalignment was inconsistency in the operation of the hand tools used during assembly. The company successfully eliminated the associated repair costs and reduced the error rate from 33 cases to zero. This study underscores that effective management practices and continuous quality improvement are critical to improving product quality and competitiveness in the automotive sector.

Unduhan

Diterbitkan

2025-01-30