KEMISKINAN DAN KESENJANGAN GLOBAL MASYARKAT INDONESIA
Kata Kunci:
Kemiskinan, Kesenjangan Sosial, Pendidikan, Infrastruktur, Pemberdayaan EkonomiAbstrak
Kemiskinan dan Kesenjangan Global menjadi permasalahan signifikan dalam pembangunan Indonesia. Meskipun angka kemiskinan menunjukkan penurunan, seperti pada tahun 2023 mencapai 9,36%, Kesenjangan Global tetap menjadi isu serius dengan koefisien Gini sebesar 0,381. Faktor penyebab kemiskinan meliputi rendahnya pendidikan, keterbatasan modal usaha, dan minimnya keterampilan. Sementara itu, Kesenjangan Global diperburuk oleh perbedaan akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan perumahan, serta dampak urbanisasi. Kondisi ini berdampak pada stabilitas sosial, produktivitas masyarakat, dan pembangunan ekonomi secara keseluruhan. Pembahasan menunjukkan bahwa untuk mengatasi kemiskinan dan kesenjangan sosial, diperlukan langkah-langkah seperti peningkatan akses pendidikan, pembangunan infrastruktur di wilayah tertinggal, kebijakan redistribusi kekayaan, pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin, dan penyediaan perumahan yang layak. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci untuk mencapai solusi yang efektif. Kesimpulan menekankan pentingnya evaluasi kebijakan yang terus-menerus untuk memastikan dampak positif dalam menurunkan angka kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis yang diharapkan dapat membantu menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera dan adil.
Poverty and global inequality pose significant challenges to Indonesia's development. Although poverty rates have declined, such as 9.36% in 2023, social inequality remains a pressing issue with a Gini coefficient of 0.381. Factors contributing to poverty include low education levels, limited business capital, and insufficient skills. Social inequality is exacerbated by unequal access to basic services such as education, healthcare, and housing, alongside urbanization impacts. These conditions affect social stability, community productivity, and overall economic development. The discussion highlights the need for measures such as improving access to education, developing infrastructure in underdeveloped regions, wealth redistribution policies, empowering the poor economically, and providing adequate housing. Collaboration among the government, private sector, and communities is key to achieving effective solutions. The conclusion underscores the importance of ongoing policy evaluation to ensure positive impacts in reducing poverty and mitigating social inequality. This study offers strategic recommendations aimed at fostering a more prosperous and equitable Indonesian society.



